Biodiversitas Nusantara
Pencarian

Disclaimer

Terakhir diperbarui: Maret 2026

Disclaimer Umum

Biodiversitas Nusantara adalah platform informasi yang bertujuan menyajikan data keanekaragaman hayati Indonesia secara terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat umum. Seluruh informasi yang ditampilkan di platform ini bersifat informatif dan edukatif semata, serta tidak dimaksudkan sebagai pengganti penilaian ilmiah profesional, survei lapangan, atau konsultasi dengan ahli di bidang terkait.

Data yang disajikan di platform ini tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar untuk pengambilan keputusan terkait konservasi, pengelolaan sumber daya alam, perencanaan tata ruang, atau kebijakan lingkungan hidup. Keputusan-keputusan tersebut memerlukan analisis komprehensif yang melibatkan data primer, verifikasi lapangan, dan pertimbangan dari berbagai pemangku kepentingan.

Kami menyediakan platform ini dengan itikad baik dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyajikan data secara akurat. Namun demikian, kami tidak memberikan jaminan apa pun, baik tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, atau kesesuaian informasi yang ditampilkan untuk tujuan tertentu.

Keakuratan Data

Seluruh data biodiversitas yang ditampilkan di platform ini bersumber dari GBIF (Global Biodiversity Information Facility), sebuah jaringan internasional yang mengagregasi data keanekaragaman hayati dari ribuan institusi, museum, herbarium, lembaga penelitian, dan proyek sains warga (citizen science) di seluruh dunia. Meskipun GBIF menerapkan mekanisme kontrol kualitas data, sifat data yang berasal dari ribuan sumber yang berbeda membuat potensi kesalahan tetap ada.

Kesalahan yang mungkin terdapat dalam data meliputi: identifikasi spesies yang tidak tepat (misidentifikasi), koordinat lokasi yang salah atau tidak presisi, catatan duplikat dari spesimen atau pengamatan yang sama, ketidakakuratan temporal (tanggal pengamatan yang keliru), serta kesalahan dalam penulisan nama ilmiah atau klasifikasi taksonomi. Beberapa catatan mungkin juga merupakan data historis yang belum diperbarui sesuai revisi taksonomi terkini.

Platform Biodiversitas Nusantara menampilkan data sebagaimana diterima dari GBIF tanpa melakukan modifikasi substansial. Kami tidak melakukan verifikasi independen terhadap setiap catatan individual yang ditampilkan. Oleh karena itu, pengguna diharapkan memahami bahwa data yang disajikan mencerminkan kondisi basis data GBIF pada saat pengambilan data, dan mungkin tidak sepenuhnya merepresentasikan kondisi aktual di lapangan.

Bias Pengambilan Sampel

Ini adalah salah satu aspek terpenting yang harus dipahami oleh setiap pengguna platform ini: data yang ditampilkan mencerminkan upaya dokumentasi dan pengambilan sampel, bukan kondisi keanekaragaman hayati yang sebenarnya. Distribusi catatan biodiversitas sangat dipengaruhi oleh di mana peneliti, naturalis, dan ilmuwan warga melakukan pengamatan, bukan oleh di mana spesies sebenarnya hidup. Daerah yang dekat dengan stasiun penelitian, universitas, jalur akses mudah, atau kawasan wisata alam cenderung memiliki jumlah catatan yang jauh lebih banyak dibandingkan daerah terpencil yang mungkin memiliki keanekaragaman hayati lebih tinggi.

Selain bias geografis, terdapat juga bias taksonomi yang signifikan. Beberapa kelompok organisme, khususnya burung (Aves), jauh lebih banyak terdokumentasi dibandingkan kelompok lain karena popularitasnya di kalangan pengamat alam dan kemudahan identifikasinya. Sebaliknya, kelompok seperti invertebrata (serangga, arakhnida, moluska), tumbuhan lumut, fungi, dan organisme mikroskopis sangat kurang terwakili dalam data, meskipun kelompok-kelompok ini merupakan komponen utama keanekaragaman hayati dari segi jumlah spesies.

Yang paling krusial: ketiadaan data di suatu wilayah tidak berarti ketiadaan spesies di wilayah tersebut. Jika sebuah provinsi atau kawasan menunjukkan jumlah catatan yang rendah, hal itu lebih mungkin mencerminkan kurangnya survei dan dokumentasi di wilayah tersebut, bukan rendahnya keanekaragaman hayati. Banyak daerah di Indonesia, terutama di wilayah pedalaman Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Maluku, masih sangat minim data meskipun secara ekologis dikenal memiliki kekayaan hayati yang luar biasa tinggi.

Bukan Pengganti Penelitian Ilmiah

Data yang ditampilkan di platform ini bersifat agregat dan telah disederhanakan untuk meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat umum. Proses agregasi dan penyederhanaan ini berarti bahwa nuansa dan detail penting yang terdapat dalam data primer mungkin tidak terepresentasi secara lengkap. Platform ini dirancang sebagai pintu masuk untuk memahami gambaran umum keanekaragaman hayati Indonesia, bukan sebagai sumber data primer untuk keperluan ilmiah.

Untuk keperluan penelitian akademis, penilaian konservasi formal, analisis dampak lingkungan (AMDAL), atau pengambilan keputusan kebijakan, pengguna sangat disarankan untuk: mengakses data primer secara langsung melalui GBIF.org yang menyediakan metadata lengkap, filter lanjutan, dan kemampuan mengunduh dataset; melakukan referensi silang dengan IUCN Red List untuk informasi status konservasi terkini; serta berkonsultasi dengan ahli taksonomi dan ekologi yang memiliki keahlian spesifik pada kelompok organisme atau wilayah yang diteliti.

Jika Anda menggunakan data dari platform ini sebagai referensi awal dalam penelitian atau publikasi, pastikan untuk merujuk langsung ke sumber data asli di GBIF dan mengikuti pedoman sitasi yang ditetapkan oleh GBIF untuk menghormati kontribusi para penyedia data.

Interpretasi Angka

Memahami perbedaan antara berbagai metrik yang ditampilkan di platform ini sangat penting untuk menghindari kesalahan interpretasi. "Jumlah catatan" (occurrence records) menunjukkan berapa kali suatu organisme didokumentasikan, bukan berapa banyak spesies yang ada atau berapa banyak individu yang hidup di suatu wilayah. "Jumlah spesies" yang terdeteksi adalah jumlah spesies unik yang pernah tercatat, yang hampir pasti lebih rendah dari jumlah spesies sebenarnya. "Jumlah individu" tidak dapat disimpulkan dari data catatan karena satu individu dapat didokumentasikan berkali-kali, dan satu catatan belum tentu mewakili satu individu.

Jumlah catatan yang lebih tinggi di suatu provinsi dibandingkan provinsi lain bisa jadi mencerminkan upaya survei yang lebih intensif, bukan keanekaragaman hayati yang lebih tinggi. Sebagai contoh, sebuah provinsi dengan banyak universitas dan lembaga penelitian mungkin memiliki puluhan ribu catatan, sementara provinsi tetangga yang secara ekologis setara namun minim infrastruktur penelitian mungkin hanya memiliki ratusan catatan. Perbandingan antar provinsi harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan mempertimbangkan konteks upaya pengambilan sampel.

Tren temporal (perubahan jumlah catatan dari tahun ke tahun) juga harus diinterpretasi dengan bijak. Peningkatan jumlah catatan dari waktu ke waktu umumnya lebih mencerminkan meningkatnya digitalisasi koleksi museum, pertumbuhan platform sains warga seperti iNaturalist, dan kemajuan teknologi dokumentasi, ketimbang perubahan aktual dalam populasi spesies.

Hak Cipta Media

Foto, gambar, dan media visual yang ditampilkan di platform ini dilisensikan oleh kreator aslinya melalui GBIF dan sumber terkait seperti iNaturalist. Setiap media memiliki lisensi tersendiri yang ditentukan oleh pemilik hak cipta asli. Platform ini menampilkan atribusi (kredit) sebagaimana disediakan oleh sumber data.

Pengguna yang ingin menggunakan kembali foto atau media dari platform ini wajib memeriksa ketentuan lisensi individual yang melekat pada setiap media. Sebagian besar media tersedia di bawah lisensi Creative Commons (seperti CC BY, CC BY-NC, atau CC BY-SA), namun persyaratan spesifik dapat berbeda untuk setiap gambar. Penggunaan media tanpa mematuhi ketentuan lisensi yang berlaku merupakan pelanggaran hak cipta.

Biodiversitas Nusantara tidak mengklaim kepemilikan atas media yang ditampilkan dan tidak bertanggung jawab atas penggunaan ulang media oleh pengguna yang tidak sesuai dengan ketentuan lisensi aslinya. Untuk informasi lisensi yang lebih detail, pengguna disarankan untuk mengunjungi halaman catatan terkait di GBIF.org.

Keterbatasan Platform

Platform Biodiversitas Nusantara bergantung sepenuhnya pada ketersediaan API GBIF untuk mengambil dan menampilkan data. Jika layanan GBIF API mengalami gangguan, pemeliharaan, atau perubahan struktur, hal tersebut dapat memengaruhi ketersediaan dan akurasi data yang ditampilkan di platform ini. Kami tidak dapat menjamin ketersediaan data secara real-time setiap saat.

Platform ini menggunakan mekanisme Incremental Static Regeneration (ISR) untuk menyeimbangkan kecepatan akses dan kesegaran data. Konsekuensinya, data yang ditampilkan mungkin tidak sepenuhnya terkini dan bisa memiliki keterlambatan hingga 24 jam dari data terbaru yang tersedia di GBIF. Untuk halaman spesies, revalidasi dilakukan setiap 7 hari. Artinya, perubahan atau penambahan data terbaru di GBIF mungkin belum langsung tercermin di platform ini.

Taksonomi spesies yang digunakan di platform ini mengikuti GBIF Backbone Taxonomy, yaitu kerangka taksonomi terpadu yang dibangun oleh GBIF dari berbagai sumber otoritatif. Backbone ini mungkin berbeda dari otoritas taksonomi lainnya seperti Catalogue of Life, ITIS, WoRMS, atau literatur taksonomi terbaru. Perbedaan dalam penerimaan nama spesies, sinonimi, atau penempatan taksonomi dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara data di platform ini dan sumber referensi lain yang digunakan oleh pengguna.

Kontak untuk Koreksi

Jika Anda menemukan data yang tidak akurat, informasi spesies yang keliru, atau kesalahan lainnya saat menggunakan platform ini, kami sangat menghargai masukan Anda. Namun perlu dipahami bahwa koreksi data sebaiknya dilakukan langsung pada sumbernya. Karena platform ini menampilkan data dari GBIF, koreksi terhadap data biodiversitas harus dilakukan melalui penerbit data (data publisher) yang mengunggah data tersebut ke GBIF, bukan melalui platform kami.

Untuk melaporkan masalah data, Anda dapat menggunakan fitur pelaporan yang tersedia di GBIF.org pada halaman catatan (occurrence) yang bersangkutan. GBIF memiliki mekanisme umpan balik yang akan meneruskan laporan Anda kepada penerbit data yang bertanggung jawab. Dengan cara ini, koreksi akan berdampak tidak hanya pada platform kami, tetapi juga pada seluruh ekosistem yang menggunakan data GBIF.

Untuk pertanyaan terkait platform Biodiversitas Nusantara secara khusus, termasuk masalah teknis, saran perbaikan, atau umpan balik umum, silakan hubungi kami melalui email di kontak@gbif.co.id. Kami akan berusaha merespons setiap pesan dalam waktu yang wajar.