Kelompok Takson Biodiversitas Indonesia
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megadiversitas dengan kekayaan hayati yang luar biasa. Keanekaragaman ini dapat dikelompokkan ke dalam berbagai takson atau kelompok taksonomi. Berikut adalah 7 kelompok takson utama yang menjadi fokus pendataan di Biodiversitas Nusantara.
Setiap kelompok takson memiliki karakteristik unik dan peran penting dalam ekosistem. Klik pada masing-masing kartu untuk menjelajahi data lebih detail, termasuk distribusi per provinsi, spesies teratas, dan tren pengamatan.
Burung
Aves
1.841.704
catatan observasi nasional
Provinsi teratas
Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari 1.700 spesies burung, menjadikannya salah satu negara dengan keanekaragaman avifauna tertinggi di dunia. Dari Cenderawasih di Papua hingga Jalak Bali di Nusa Tenggara, setiap pulau menyimpan keunikan tersendiri. Banyak spesies endemik terancam punah akibat hilangnya habitat dan perdagangan ilegal.
Mamalia
Mammalia
149.912
catatan observasi nasional
Provinsi teratas
Kepulauan Indonesia dihuni oleh beragam mamalia ikonik seperti Orangutan Sumatera, Harimau Sumatera, dan Komodo yang legendaris. Garis Wallace memisahkan fauna mamalia bertipe Asia di barat dengan fauna bertipe Australasia di timur, menciptakan pola distribusi yang unik. Konservasi mamalia besar menjadi prioritas karena perannya sebagai spesies payung bagi ekosistem hutan tropis.
Reptil
Reptilia
92.264
catatan observasi nasional
Provinsi teratas
Indonesia memiliki kekayaan reptil yang luar biasa, termasuk Komodo sebagai kadal terbesar di dunia dan berbagai spesies ular, kura-kura, serta buaya. Hutan hujan tropis dan ekosistem pesisir menyediakan habitat ideal bagi ratusan spesies reptil endemik. Penemuan spesies baru masih terus terjadi, terutama di kawasan timur Indonesia yang belum banyak disurvei.
Amfibi
Amphibia
43.943
catatan observasi nasional
Provinsi teratas
Amfibi Indonesia mencakup ratusan spesies katak, kodok, dan salamander yang mendiami hutan dataran rendah hingga pegunungan tinggi. Pulau Kalimantan dan Sumatera menjadi pusat keanekaragaman amfibi dengan tingkat endemisme yang sangat tinggi. Amfibi berperan sebagai bioindikator kesehatan ekosistem, dan penurunan populasinya menjadi peringatan dini degradasi lingkungan.
Serangga
Insecta
857.680
catatan observasi nasional
Provinsi teratas
Serangga mendominasi keanekaragaman hayati Indonesia dengan estimasi ratusan ribu spesies, banyak di antaranya belum teridentifikasi secara ilmiah. Kupu-kupu sayap burung dari Maluku dan kumbang tanduk dari Kalimantan termasuk yang paling dicari kolektor di seluruh dunia. Serangga memainkan peran vital dalam penyerbukan, dekomposisi, dan rantai makanan di seluruh ekosistem Nusantara.
Ikan
Actinopterygii
246.899
catatan observasi nasional
Provinsi teratas
Perairan Indonesia yang terletak di jantung Segitiga Terumbu Karang menampung keanekaragaman ikan tertinggi di planet ini, baik air tawar maupun air laut. Danau-danau purba di Sulawesi menyimpan radiasi adaptif ikan-ikan endemik yang menyaingi keunikan Danau Victoria di Afrika. Ancaman penangkapan berlebihan dan kerusakan terumbu karang menjadi tantangan utama konservasi ikan di wilayah ini.
Tumbuhan
Plantae
1.249.124
catatan observasi nasional
Provinsi teratas
Indonesia memiliki sekitar 30.000 hingga 40.000 spesies tumbuhan berbunga, menjadikannya salah satu negara megadiversitas flora terkaya di dunia. Rafflesia arnoldii, bunga terbesar di dunia, dan Amorphophallus titanum, bunga dengan tongkol tertinggi, keduanya berasal dari hutan Sumatera. Hutan hujan tropis Kalimantan dan Papua menyimpan ribuan spesies pohon yang belum sepenuhnya terdokumentasi secara ilmiah.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.