Tentang Biodiversitas Nusantara

Apa Itu Biodiversitas Nusantara
Biodiversitas Nusantara adalah sebuah platform digital berbasis web yang dirancang untuk menyajikan data keanekaragaman hayati Indonesia secara terbuka, transparan, dan mudah dipahami oleh siapa saja. Platform ini mengambil pendekatan berbasis data (data-driven) dalam mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia, mulai dari fauna yang mendiami hutan-hutan tropis hingga flora yang tumbuh subur di berbagai ekosistem kepulauan Nusantara.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megadiversitas di dunia, menempati posisi strategis di persimpangan dua benua dan dua samudera. Dengan lebih dari 17.000 pulau, negara ini menjadi rumah bagi sekitar 10-15 persen dari seluruh spesies yang diketahui di Bumi. Namun, informasi tentang kekayaan hayati ini sering kali tersebar di berbagai publikasi ilmiah, laporan penelitian, dan basis data internasional yang tidak mudah diakses oleh masyarakat umum. Biodiversitas Nusantara hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Seluruh data yang ditampilkan pada platform ini bersumber dari GBIF (Global Biodiversity Information Facility), sebuah jaringan internasional terbesar di dunia untuk data biodiversitas terbuka. Dengan memanfaatkan API publik GBIF, platform ini mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data catatan kejadian (occurrence records) spesies yang ditemukan di seluruh provinsi Indonesia. Tujuan utama kami adalah menjadikan data ilmiah tentang biodiversitas lebih mudah ditemukan, dipahami, dan dimanfaatkan, baik oleh pelajar, peneliti, pembuat kebijakan, maupun masyarakat umum yang peduli terhadap kelestarian alam Indonesia.
Platform ini menyediakan berbagai fitur eksplorasi, termasuk statistik biodiversitas per provinsi, perbandingan antardaerah, peta distribusi spesies, serta informasi detail untuk setiap kelompok taksonomi utama seperti burung, mamalia, reptil, amfibi, serangga, ikan, dan tumbuhan. Semua informasi disajikan dengan visualisasi yang intuitif agar pengguna dari berbagai latar belakang dapat memahami pola distribusi keanekaragaman hayati di Indonesia.
Visi & Misi
Biodiversitas Nusantara memiliki visi untuk menjadi platform referensi nasional terdepan dalam menyediakan akses terbuka terhadap data keanekaragaman hayati Indonesia. Kami percaya bahwa data tentang kekayaan alam seharusnya tidak hanya tersimpan di jurnal-jurnal ilmiah yang sulit dijangkau, tetapi harus dapat diakses, dipahami, dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Demokratisasi data biodiversitas adalah langkah fundamental untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga warisan alam Nusantara bagi generasi mendatang.
Untuk mewujudkan visi tersebut, kami menjalankan misi-misi berikut. Pertama, pendidikan dan literasi biodiversitas: menyediakan informasi yang akurat, terkini, dan mudah dipahami tentang keanekaragaman hayati Indonesia sehingga dapat digunakan sebagai sumber belajar oleh pelajar, mahasiswa, guru, dan masyarakat umum. Kedua, peningkatan kesadaran konservasi: menggunakan visualisasi data yang intuitif untuk menunjukkan pola distribusi spesies, tren perubahan, dan ancaman terhadap biodiversitas agar masyarakat semakin memahami urgensi pelestarian lingkungan hidup.
Ketiga, transparansi dan keterbukaan data: memastikan bahwa seluruh data dan metodologi yang kami gunakan bersifat terbuka dan dapat diverifikasi, sejalan dengan prinsip sains terbuka (open science) yang menjadi standar global dalam penelitian biodiversitas. Keempat, menjembatani dunia ilmiah dan publik: menerjemahkan data ilmiah yang kompleks menjadi narasi dan visualisasi yang dapat dipahami oleh audiens non-teknis tanpa mengorbankan akurasi dan kedalaman informasi.
Kelima, mendukung kebijakan berbasis bukti: menyediakan data dan analisis yang dapat digunakan oleh pembuat kebijakan di tingkat nasional maupun daerah untuk merancang strategi konservasi, pengelolaan sumber daya alam, dan pembangunan berkelanjutan yang mempertimbangkan aspek keanekaragaman hayati. Kami yakin bahwa keputusan yang baik harus didasarkan pada data yang baik, dan platform ini hadir sebagai salah satu sumber data tersebut.
Mengapa Indonesia Membutuhkan Platform Ini
Indonesia adalah salah satu dari 17 negara megadiversitas di dunia, menempati peringkat teratas dalam hal kekayaan spesies di berbagai kelompok taksonomi. Negara kepulauan ini menjadi rumah bagi sekitar 17 persen spesies reptil dunia, 16 persen spesies amfibi, 12 persen spesies mamalia, dan lebih dari 37.000 spesies tumbuhan berbunga. Tingkat endemisme di Indonesia juga termasuk yang tertinggi di dunia, dengan ribuan spesies yang tidak ditemukan di tempat lain. Namun, kekayaan luar biasa ini menghadapi ancaman serius yang memerlukan respons terkoordinasi dari seluruh elemen masyarakat.
Deforestasi tetap menjadi ancaman terbesar bagi biodiversitas Indonesia. Setiap tahun, ribuan hektar hutan hujan tropis hilang akibat konversi lahan untuk perkebunan, pertambangan, dan pembangunan infrastruktur. Perubahan iklim memperburuk situasi ini dengan mengubah pola curah hujan, meningkatkan frekuensi kebakaran hutan, dan menyebabkan kenaikan permukaan laut yang mengancam ekosistem pesisir. Perdagangan satwa liar ilegal juga terus menjadi masalah yang mengancam kelangsungan hidup banyak spesies ikonik Indonesia, mulai dari orangutan hingga burung cenderawasih.
Di tengah ancaman-ancaman tersebut, terdapat kesenjangan besar antara data ilmiah yang tersedia dan kesadaran publik tentang kondisi biodiversitas Indonesia. Data biodiversitas yang sangat berharga sering kali hanya tersimpan dalam basis data internasional berbahasa Inggris yang tidak mudah diakses oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Platform data terbuka seperti Biodiversitas Nusantara berperan penting dalam memberdayakan masyarakat dengan informasi yang mereka butuhkan untuk memahami, menghargai, dan melindungi kekayaan alam di sekitar mereka.
Indonesia telah menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan data biodiversitas melalui partisipasi aktif di jaringan GBIF, dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) sebagai node nasional. Dukungan dari jaringan global seperti GBIF, GEO BON (Group on Earth Observations Biodiversity Observation Network), dan berbagai inisiatif konservasi internasional memberikan fondasi yang kuat bagi pengembangan infrastruktur data biodiversitas nasional. Biodiversitas Nusantara hadir sebagai bagian dari ekosistem ini, menyajikan data global dalam konteks lokal yang relevan bagi masyarakat Indonesia dan mendukung target-target Kerangka Kerja Biodiversitas Global Kunming-Montreal yang telah disepakati oleh Indonesia.
Apa Itu GBIF
GBIF, atau Global Biodiversity Information Facility, adalah sebuah jaringan internasional dan infrastruktur data yang didanai oleh pemerintah berbagai negara di seluruh dunia. Didirikan pada tahun 2001, GBIF bertujuan untuk menyediakan akses terbuka dan gratis terhadap data keanekaragaman hayati dari seluruh penjuru dunia. Saat ini, GBIF merupakan basis data biodiversitas terbesar yang pernah ada, dengan lebih dari dua miliar catatan kejadian spesies yang dikontribusikan oleh ribuan institusi dari lebih dari 100 negara.
Data yang tersedia di GBIF berasal dari beragam sumber, termasuk museum sejarah alam, herbarium, koleksi zoologi, proyek citizen science seperti iNaturalist dan eBird, survei ekologi lapangan, serta publikasi ilmiah. Setiap catatan data pada GBIF merepresentasikan satu kejadian pengamatan atau pengumpulan spesimen suatu organisme di lokasi dan waktu tertentu. Data ini mencakup informasi seperti nama ilmiah spesies, lokasi geografis (koordinat lintang dan bujur), tanggal pengamatan, jenis bukti (observasi langsung, foto, spesimen koleksi), dan sumber data asli.
GBIF beroperasi berdasarkan prinsip data terbuka (open data). Seluruh data yang dipublikasikan melalui GBIF tersedia secara gratis di bawah lisensi Creative Commons, yang memungkinkan siapa saja untuk mengakses, mengunduh, dan menggunakan data tersebut untuk tujuan penelitian, pendidikan, maupun konservasi. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara partisipan GBIF melalui BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) sebagai node nasional.
Keberadaan GBIF sangat penting bagi ilmu pengetahuan modern karena memungkinkan peneliti dari seluruh dunia untuk menganalisis pola distribusi spesies dalam skala global, memantau perubahan biodiversitas dari waktu ke waktu, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti dalam kebijakan konservasi dan pengelolaan sumber daya alam.
Sumber Data & Metodologi
Biodiversitas Nusantara mengambil data secara langsung dari API publik GBIF (api.gbif.org). Proses pengambilan data dilakukan secara otomatis menggunakan mekanisme Incremental Static Regeneration (ISR) yang memperbarui data setiap 24 jam. Dengan pendekatan ini, halaman-halaman di situs tetap tersedia secara statis untuk kecepatan akses yang optimal, sementara data di belakangnya terus diperbarui secara berkala tanpa memerlukan proses build ulang secara manual.
Setiap halaman provinsi menampilkan data yang diperoleh dengan melakukan query terhadap GBIF Occurrence API menggunakan filter negara Indonesia (country=ID) dan filter provinsi (stateProvince) yang sesuai. Data ini kemudian dikelompokkan berdasarkan kelompok taksonomi utama untuk menghasilkan statistik jumlah catatan per takson. Halaman takson menampilkan data yang difilter berdasarkan taxon key dari masing-masing kelompok organisme.
Setiap angka yang ditampilkan pada platform ini merepresentasikan jumlah occurrence records, yaitu catatan individual tentang keberadaan suatu organisme di lokasi dan waktu tertentu. Satu record bisa berupa satu pengamatan burung oleh seorang pengamat lapangan, satu spesimen yang disimpan di museum, atau satu foto yang diunggah melalui platform citizen science. Penting untuk dipahami bahwa angka-angka ini bukan merupakan perhitungan langsung jumlah spesies atau jumlah individu di suatu wilayah, melainkan cerminan dari seberapa banyak data yang telah terkumpul dan terpublikasi.
Platform ini juga memanfaatkan GBIF Species API untuk mendapatkan informasi taksonomi, nama ilmiah, dan nama vernakular (nama umum) dari setiap spesies yang muncul dalam hasil pencarian. Data media berupa foto spesies juga diambil dari GBIF bila tersedia, dengan tetap menghormati lisensi asli dari setiap gambar.
Teknologi & Arsitektur
Biodiversitas Nusantara dibangun menggunakan teknologi web modern yang dipilih secara cermat untuk memastikan performa, keandalan, dan pengalaman pengguna yang optimal. Fondasi platform ini adalah Next.js, sebuah framework React yang memungkinkan server-side rendering dan static site generation untuk kecepatan muat halaman yang sangat cepat. Antarmuka pengguna dikembangkan dengan React dan Tailwind CSS, memberikan desain yang responsif dan konsisten di berbagai perangkat, mulai dari ponsel hingga layar desktop.
Visualisasi data merupakan komponen kunci dari platform ini. Kami menggunakan Leaflet dan react-leaflet untuk peta interaktif yang memungkinkan pengguna menjelajahi distribusi spesies secara geografis, mulai dari tingkat nasional hingga ke level provinsi. Grafik dan diagram statistik dihasilkan menggunakan Recharts, perpustakaan visualisasi data berbasis React yang mendukung berbagai jenis grafik seperti batang, garis, donut, dan radar. Untuk peta koropleth Indonesia yang menampilkan kepadatan data per provinsi, kami memanfaatkan D3.js bersama data TopoJSON.
Mekanisme pembaruan data menggunakan Incremental Static Regeneration (ISR), sebuah teknik yang memungkinkan halaman-halaman statis diperbarui secara berkala di latar belakang tanpa mengorbankan kecepatan akses. Setiap halaman memiliki interval revalidasi yang disesuaikan dengan sifat datanya: halaman beranda diperbarui setiap 6 jam, halaman provinsi dan takson setiap 24 jam, sementara halaman spesies individual diperbarui setiap 7 hari. Pendekatan ini memastikan bahwa pengguna selalu mendapatkan data yang relatif segar sambil tetap menikmati kecepatan akses halaman statis.
Arsitektur data platform ini mengikuti alur yang terstruktur: data mentah diambil dari GBIF API melalui modul klien terpusat yang menangani pembatasan laju permintaan (rate limiting), percobaan ulang otomatis (retry with exponential backoff), dan caching. Data tersebut kemudian diproses dan distrukturisasi untuk menghasilkan statistik, peringkat, dan perbandingan yang ditampilkan dalam bentuk visualisasi yang mudah dipahami. Seluruh kode sumber platform ini bersifat terbuka, dan kami mengundang komunitas pengembang untuk berkontribusi dalam meningkatkan fitur, memperbaiki bug, dan mengoptimalkan performa platform.
Keterbatasan Data
Sangat penting bagi setiap pengguna Biodiversitas Nusantara untuk memahami bahwa data yang ditampilkan memiliki keterbatasan yang signifikan. Jumlah catatan (records) yang ditampilkan untuk suatu provinsi tidak sama dengan jumlah spesies yang sebenarnya hidup di provinsi tersebut. Provinsi dengan jumlah record yang tinggi belum tentu memiliki biodiversitas yang lebih kaya dibandingkan provinsi dengan jumlah record yang rendah. Perbedaan ini lebih sering mencerminkan perbedaan intensitas survei dan pengumpulan data, bukan perbedaan kekayaan hayati yang sesungguhnya.
Fenomena ini dikenal sebagai survey bias atau bias pengambilan sampel. Daerah-daerah yang dekat dengan universitas, stasiun penelitian, atau taman nasional yang terkenal cenderung memiliki lebih banyak data karena lebih sering dikunjungi oleh peneliti dan pengamat alam. Sebaliknya, daerah terpencil di pedalaman Kalimantan atau pegunungan Papua mungkin memiliki biodiversitas yang luar biasa kaya namun data yang terpublikasi masih sangat terbatas karena sulitnya akses dan minimnya survei lapangan yang telah dilakukan.
Selain bias geografis, terdapat juga bias taksonomi. Kelompok organisme yang mudah diamati dan diidentifikasi, seperti burung dan tumbuhan berbunga, cenderung memiliki lebih banyak catatan dibandingkan kelompok yang lebih sulit ditemukan atau diidentifikasi, seperti serangga, jamur, atau organisme tanah. Data GBIF juga tidak mencakup seluruh biodiversitas Indonesia yang sebenarnya, karena masih banyak spesies yang belum ditemukan atau belum terdokumentasi secara digital.
Keterbatasan lainnya adalah kualitas data. Tidak semua catatan memiliki koordinat geografis yang akurat, identifikasi spesies yang benar, atau metadata yang lengkap. GBIF menerapkan berbagai proses validasi dan kontrol kualitas, namun kesalahan tetap mungkin ada, terutama pada data yang berasal dari kontributor non-profesional. Pengguna disarankan untuk selalu mempertimbangkan keterbatasan-keterbatasan ini saat menginterpretasikan data di platform ini.
Cara Membaca Data
Statistik utama yang ditampilkan pada setiap halaman provinsi atau takson menunjukkan jumlah total occurrence records, bukan jumlah spesies atau jumlah individu organisme. Ketika Anda melihat angka seperti "52.300 catatan burung di Jawa Barat," ini berarti terdapat 52.300 kejadian terekam mengenai keberadaan burung di provinsi tersebut dalam basis data GBIF. Satu spesies burung bisa memiliki ratusan atau ribuan catatan jika sering diamati.
Grafik perbandingan antarprovinsi membantu Anda memahami distribusi relatif data biodiversitas di seluruh Indonesia. Provinsi dengan batang grafik yang lebih panjang memiliki lebih banyak data terpublikasi, yang bisa disebabkan oleh intensitas survei yang lebih tinggi, keberadaan taman nasional, atau kontribusi aktif dari komunitas citizen science di daerah tersebut.
Peta distribusi menunjukkan lokasi-lokasi di mana catatan kejadian telah direkam. Titik-titik pada peta merepresentasikan lokasi pengamatan atau pengumpulan spesimen, dan kepadatan titik-titik ini mencerminkan intensitas dokumentasi di wilayah tersebut. Area kosong pada peta tidak selalu berarti tidak ada kehidupan di sana, melainkan bisa jadi belum ada survei yang menghasilkan data terpublikasi untuk area tersebut.
Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih akurat tentang biodiversitas suatu wilayah, kami menyarankan pengguna untuk membandingkan data dari platform ini dengan sumber lain seperti daftar spesies resmi dari LIPI/BRIN, laporan status konservasi IUCN, dan publikasi ilmiah yang relevan. Data di platform ini sebaiknya digunakan sebagai titik awal eksplorasi, bukan sebagai satu-satunya sumber kebenaran.
Lisensi & Atribusi
Seluruh data yang ditampilkan pada platform Biodiversitas Nusantara bersumber dari GBIF dan tersedia di bawah lisensi terbuka. Mayoritas data di GBIF dipublikasikan di bawah salah satu dari tiga jenis lisensi Creative Commons: CC0 (domain publik), CC BY 4.0 (atribusi), atau CC BY-NC 4.0 (atribusi-nonkomersial). Pengguna yang ingin menggunakan data untuk publikasi ilmiah atau keperluan lainnya wajib memberikan atribusi yang sesuai kepada GBIF dan penerbit dataset asli.
Format sitasi yang direkomendasikan oleh GBIF untuk data yang diakses melalui platform ini adalah: GBIF.org (tanggal akses), GBIF Occurrence Download, diikuti dengan DOI dari unduhan dataset yang spesifik. Untuk sitasi individual dari dataset tertentu, pengguna dapat merujuk pada halaman dataset di GBIF.org yang menyediakan informasi lengkap tentang penerbit, lisensi, dan format sitasi yang tepat.
Konten editorial yang ditulis untuk platform Biodiversitas Nusantara, termasuk deskripsi, penjelasan, dan panduan di halaman ini, tersedia di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0). Anda bebas untuk membagikan dan mengadaptasi konten tersebut selama memberikan atribusi yang sesuai, mencantumkan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang telah dibuat.
Foto-foto spesies yang ditampilkan pada platform ini berasal dari media yang tersedia di GBIF dan dilisensikan oleh fotografer atau pemilik aslinya. Setiap foto disertai informasi lisensi dan atribusi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemilik media. Pengguna yang ingin menggunakan ulang foto-foto tersebut harus mematuhi persyaratan lisensi individual dari setiap gambar.
Kolaborasi & Kontribusi
Biodiversitas Nusantara adalah platform yang tumbuh bersama komunitasnya. Kami percaya bahwa upaya dokumentasi dan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan institusi penelitian, universitas, organisasi konservasi, pemerintah daerah, dan yang terpenting, masyarakat luas. Setiap individu memiliki peran yang dapat dimainkan dalam memperkaya data dan pemahaman kita tentang biodiversitas Nusantara.
Salah satu cara paling langsung untuk berkontribusi adalah melalui platform citizen science atau sains warga. Dengan menggunakan aplikasi seperti iNaturalist, Anda dapat mendokumentasikan spesies yang Anda temui di sekitar lingkungan Anda, cukup dengan mengambil foto dan mengunggahnya beserta lokasi pengamatan. Data dari iNaturalist secara otomatis mengalir ke GBIF dan pada akhirnya akan tampil di Biodiversitas Nusantara. Pengamat burung dapat berkontribusi melalui eBird, platform global untuk pencatatan pengamatan burung yang juga terintegrasi dengan GBIF. Setiap observasi yang Anda catat, sekecil apa pun, menambah kekayaan data biodiversitas Indonesia.
Bagi peneliti dan akademisi, kami mengundang kolaborasi dalam bentuk verifikasi data, koreksi identifikasi taksonomi, dan publikasi dataset melalui jaringan GBIF. Universitas dan lembaga penelitian yang memiliki koleksi spesimen biologi, baik herbarium, koleksi zoologi, maupun koleksi entomologi, dapat mempublikasikan data koleksi mereka melalui GBIF sehingga dapat diakses oleh komunitas ilmiah global. BRIN sebagai node nasional GBIF Indonesia menyediakan dukungan teknis bagi institusi yang ingin memulai proses digitalisasi dan publikasi data biodiversitas.
Pengembang perangkat lunak dan desainer juga dapat berkontribusi langsung pada pengembangan platform ini. Kode sumber Biodiversitas Nusantara bersifat terbuka, dan kami menyambut kontribusi dalam bentuk perbaikan kode, pengembangan fitur baru, peningkatan aksesibilitas, optimalisasi performa, serta penyempurnaan desain antarmuka. Bagi institusi pendidikan, kami menawarkan kemitraan untuk mengintegrasikan data dan konten platform ini ke dalam kurikulum pendidikan lingkungan hidup dan biologi, baik di tingkat sekolah menengah maupun perguruan tinggi.
Dukungan & Keberlanjutan
Keberlanjutan operasional Biodiversitas Nusantara merupakan komitmen jangka panjang yang kami jaga dengan serius. Platform ini dikelola secara sukarela oleh tim yang berdedikasi dan didukung oleh komunitas yang peduli terhadap pelestarian data keanekaragaman hayati Indonesia. Biaya operasional mencakup infrastruktur server, pemeliharaan teknis, pengembangan fitur, serta pembaruan konten yang dilakukan secara berkala untuk memastikan platform tetap relevan dan bermanfaat bagi penggunanya.
Kami berkomitmen bahwa Biodiversitas Nusantara akan selalu tersedia secara gratis dan terbuka untuk siapa saja, tanpa paywall atau pembatasan akses. Prinsip keterbukaan ini sejalan dengan semangat GBIF dan gerakan sains terbuka secara global. Data tentang kekayaan hayati milik bersama seluruh masyarakat Indonesia, dan akses terhadap informasi ini tidak boleh dibatasi oleh kemampuan finansial. Komitmen ini tidak akan berubah meskipun platform terus berkembang dan menambah fitur-fitur baru.
Untuk menjaga keberlanjutan ini, kami mengundang dukungan dari berbagai pihak. Institusi pendidikan dapat bermitra dengan kami untuk pengembangan konten edukatif dan pemanfaatan platform dalam kegiatan pembelajaran. Lembaga pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah, dapat mendukung melalui kemitraan data dan integrasi platform ini dengan inisiatif pengelolaan sumber daya alam yang sudah berjalan. Organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang konservasi dan lingkungan hidup dapat berkolaborasi dalam proyek-proyek bersama yang memanfaatkan data platform ini untuk advokasi dan program pelestarian.
Dukungan dari komunitas juga sangat berarti bagi keberlangsungan platform ini. Anda dapat membantu dengan cara menyebarluaskan informasi tentang platform ini kepada rekan, kolega, atau komunitas Anda yang mungkin mendapat manfaat dari data biodiversitas. Memberikan umpan balik tentang pengalaman penggunaan, melaporkan kesalahan data, dan menyarankan fitur baru juga merupakan bentuk kontribusi yang sangat kami hargai. Bersama-sama, kita dapat membangun sumber daya nasional yang menjadi rujukan utama bagi siapa pun yang ingin memahami dan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia.
Kontak
Biodiversitas Nusantara adalah proyek berbasis komunitas dan data terbuka. Kami selalu terbuka untuk menerima masukan, saran, laporan kesalahan, maupun kolaborasi dari siapa saja yang tertarik dengan konservasi dan dokumentasi keanekaragaman hayati Indonesia.
Jika Anda menemukan data yang tidak akurat, memiliki pertanyaan tentang metodologi yang kami gunakan, atau ingin berkontribusi dalam pengembangan platform ini, silakan hubungi kami melalui email di kontak@gbif.co.id. Kami juga menerima kontribusi teknis melalui repositori kode sumber kami yang bersifat terbuka.
Untuk pertanyaan terkait data GBIF secara langsung, termasuk cara berkontribusi data biodiversitas Indonesia ke jaringan global, Anda dapat menghubungi GBIF Indonesia melalui situs resmi GBIF.org atau menghubungi BRIN sebagai node nasional GBIF untuk Indonesia. Setiap kontribusi data, sekecil apa pun, membantu memperkaya pemahaman kita tentang kekayaan hayati Nusantara.