Family Cyprinidae · Order Cypriniformes
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.

Foto: Abu Hamas | http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
Otoritas penamaan: (Bleeker, 1853) (1853)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): LC Risiko Rendah
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
+0%
+200.0% vs 2009
Masik (Labiobarbus fasciatus) termasuk dalam famili Cyprinidae, ordo Cypriniformes. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 31 kali di Indonesia, tersebar di 2 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1898.
Kalimantan Tengah merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 9 catatan (29.0% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Labiobarbus fasciatus menunjukkan peningkatan signifikan (+200%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1898.
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Labiobarbus fasciatus dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Dangila fasciata | Bleeker, 1853 | SYNONYM |
| Dangila koedjem | Popta, 1904 | SYNONYM |
| Dangila taeniata | Günther, 1868 | SYNONYM |
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Kalimantan Tengah | 9 | 29.0% |
| 2 | Kalimantan Barat | 3 | 9.7% |
Jumlah catatan observasi Labiobarbus fasciatus di Indonesia per tahun
Labiobarbus fasciatus
Foto: Abu Hamas
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/Labiobarbus fasciatus
Foto: Abu Hamas
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/Labiobarbus fasciatus
Foto: The Trustees of the Natural History Museum, London
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Banded Lamba | Inggris | Catalogue of Life |
| Gebande Lamba | Belanda | Catalogue of Life |
| Masik | Indonesia | Catalogue of Life |
| parmička proužkatá | ces | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 31 observasi, Kalimantan Tengah adalah provinsi dengan catatan Masik (Labiobarbus fasciatus) terbanyak — 9 observasi (29.0% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 2 provinsi.
Catatan pertama Masik (Labiobarbus fasciatus) di Indonesia tercatat pada tahun 1898. Hingga kini terdapat 31 catatan dari 2 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Masik (Labiobarbus fasciatus) berstatus "Risiko Rendah" (kode LC). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Di Indonesia dan Malaysia, Labiobarbus fasciatus dikenal dengan beberapa nama lokal: Masik. Penamaan dapat berbeda antardaerah dan bahasa.
Ya, Labiobarbus fasciatus memiliki 3 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Dangila fasciata, Dangila koedjem, Dangila taeniata. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Labiobarbus fasciatus diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Order Cypriniformes, Family Cyprinidae, Genus Labiobarbus. Spesies ini dideskripsikan oleh (Bleeker, 1853).
12 titik observasi Labiobarbus fasciatus di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.