Family Cyprinidae · Order Cypriniformes
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.
Foto belum tersedia
Otoritas penamaan: Popta, 1904 (1904)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): DD Data Kurang
Dipublikasikan dalam: Popta, C. M. L. (1904). Descriptions préliminaires des nouvelles espèces de poissons recueillies au Bornéo central par M. le Dr. A. W. Nieuwenhuis en 1898 et en 1900. <em>Notes from the Leyden Museum.</em> v. 24 (no. 4) (art. 6) (for Oct. 1902): 179-202.
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
+0%
+0.0% vs 1908
Kelabau (Osteochilus kelabau) termasuk dalam famili Cyprinidae, ordo Cypriniformes. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 5 kali di Indonesia, tersebar di 0 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1899.
Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Osteochilus kelabau relatif stabil pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1899.
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Osteochilus kelabau dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Osteochilus kalabau | Popta, 1904 | SYNONYM |
Jumlah catatan observasi Osteochilus kelabau di Indonesia per tahun
| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Kelabau | Indonesia | Catalogue of Life |
| tvrdoretka východobornejská | ces | Catalogue of Life |
Kelabau (Osteochilus kelabau) memiliki catatan terbatas di Indonesia. Data distribusi yang tercatat masih sangat sedikit, dan diperlukan survei lapangan tambahan untuk memetakan persebarannya secara lengkap.
Catatan pertama Kelabau (Osteochilus kelabau) di Indonesia tercatat pada tahun 1899. Hingga kini terdapat 5 catatan dari 0 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Kelabau (Osteochilus kelabau) berstatus "Data Kurang" (kode DD). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Di Indonesia dan Malaysia, Osteochilus kelabau dikenal dengan beberapa nama lokal: Kelabau. Penamaan dapat berbeda antardaerah dan bahasa.
Ya, Osteochilus kelabau memiliki 1 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Osteochilus kalabau. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Osteochilus kelabau diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Order Cypriniformes, Family Cyprinidae, Genus Osteochilus. Spesies ini dideskripsikan oleh Popta, 1904.
Belum ada data lokasi untuk Osteochilus kelabau