Kelas Actinopterygii · Pulau Sumatera
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Lampung
0%
dari 11.001 catatan total
Tren Tahunan
-0%
-93.2% vs 2025
Lampung merupakan salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang menyimpan kekayaan ikan (Actinopterygii) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 566 catatan observasi ikan di provinsi ini, yang mewakili sekitar 6 spesies berbeda.
Perairan Indonesia yang terletak di jantung Segitiga Terumbu Karang menampung keanekaragaman ikan tertinggi di planet ini, baik air tawar maupun air laut. Danau-danau purba di Sulawesi menyimpan radiasi adaptif ikan-ikan endemik yang menyaingi keunikan Danau Victoria di Afrika. Ancaman penangkapan berlebihan dan kerusakan terumbu karang menjadi tantangan utama konservasi ikan di wilayah ini.
Berdasarkan jumlah catatan observasi
Jumlah catatan observasi ikan di Lampung per tahun
Toxotes jaculatrix
Foto: Pengoline
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Toxotes jaculatrix
Foto: Pengoline
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Toxotes jaculatrix
Foto: Pengoline
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Toxotes jaculatrix
Foto: Pengoline
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Toxotes jaculatrix
Foto: Pengoline
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sphaeramia orbicularis
Foto: Pengoline
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Abudefduf vaigiensis
Foto: farras
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Halichoeres miniatus
Foto: farras
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 6 spesies ikan (Actinopterygii) yang tercatat di Lampung dengan total 566 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Spesies ikan dengan catatan terbanyak di Lampung adalah Microphis leiaspis dengan 4 catatan observasi. Data ini mencakup observasi dari berbagai sumber termasuk museum, penelitian lapangan, dan citizen science.
Tren pengamatan ikan di Lampung menunjukkan perubahan -93.2% vs 2025 pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.