Kelas Aves · Pulau Maluku
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Maluku Utara
0%
dari 10.876 catatan total
Tren Tahunan
-0%
-28.3% vs 2025
Maluku Utara merupakan salah satu provinsi di Pulau Maluku yang menyimpan kekayaan burung (Aves) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 2.036 catatan observasi burung di provinsi ini, yang mewakili sekitar 30 spesies berbeda.
Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari 1.700 spesies burung, menjadikannya salah satu negara dengan keanekaragaman avifauna tertinggi di dunia. Dari Cenderawasih di Papua hingga Jalak Bali di Nusa Tenggara, setiap pulau menyimpan keunikan tersendiri. Banyak spesies endemik terancam punah akibat hilangnya habitat dan perdagangan ilegal.
Berdasarkan jumlah catatan observasi
Geoffroyus geoffroyi
Rhyticeros plicatus
Semioptera wallacii
Pitta maxima
Lalage aurea
Todiramphus diops
Leptocoma sericea
Haliastur indus
Lorius garrulus
Ptilinopus hyogastrus
Rhipidura leucophrys
Cacatua alba
Eclectus roratus
Ptilinopus monacha
Thapsinillas longirostris
Todiramphus funebris
Aplonis metallica
Corvus validus
Ducula basilica
Hemiprocne mystacea
Pitta erythrogaster
Otus magicus
Myiagra galeata
Dicrurus bracteatus
Ducula perspicillata
Ceyx lepidus
Centropus goliath
Tanysiptera galatea
Cacomantis variolosus
Coracina papuensis
Jumlah catatan observasi burung di Maluku Utara per tahun
Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 30 spesies burung (Aves) yang tercatat di Maluku Utara dengan total 2.036 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Spesies burung dengan catatan terbanyak di Maluku Utara adalah Geoffroyus geoffroyi dengan 59 catatan observasi. Data ini mencakup observasi dari berbagai sumber termasuk museum, penelitian lapangan, dan citizen science.
Tren pengamatan burung di Maluku Utara menunjukkan perubahan -28.3% vs 2025 pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.