Kelas Aves · Pulau Maluku
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Maluku Utara
0%
dari 10.308 catatan total
Tren Tahunan
-0%
-72.5% vs 2025
Maluku Utara merupakan salah satu provinsi di Pulau Maluku yang menyimpan kekayaan burung (Aves) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 1.886 catatan observasi burung di provinsi ini, yang mewakili sekitar 30 spesies berbeda.
Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari 1.700 spesies burung, menjadikannya salah satu negara dengan keanekaragaman avifauna tertinggi di dunia. Dari Cenderawasih di Papua hingga Jalak Bali di Nusa Tenggara, setiap pulau menyimpan keunikan tersendiri. Banyak spesies endemik terancam punah akibat hilangnya habitat dan perdagangan ilegal.
Berdasarkan jumlah catatan observasi

Geoffroyus geoffroyi

Rhyticeros plicatus
Pitta maxima

Leptocoma sericea

Semioptera wallacii

Lalage aurea
Todiramphus diops

Haliastur indus
Lorius garrulus

Rhipidura leucophrys
Ptilinopus hyogastrus

Ptilinopus monacha

Thapsinillas longirostris

Todiramphus funebris
Cacatua alba

Aplonis metallica
Eclectus roratus
Ducula basilica

Hemiprocne mystacea
Myiagra galeata

Dicrurus bracteatus

Ducula perspicillata

Pitta erythrogaster

Corvus validus
Cacomantis variolosus
Tanysiptera galatea
Centropus goliath

Otus magicus

Coracina papuensis
Zosterops atriceps
Jumlah catatan observasi burung di Maluku Utara per tahun
Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 30 spesies burung (Aves) yang tercatat di Maluku Utara dengan total 1.886 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Spesies burung dengan catatan terbanyak di Maluku Utara adalah Geoffroyus geoffroyi dengan 55 catatan observasi. Data ini mencakup observasi dari berbagai sumber termasuk museum, penelitian lapangan, dan citizen science.
Tren pengamatan burung di Maluku Utara menunjukkan perubahan -72.5% vs 2025 pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.