Memuat peta...
80 titik observasi di Maluku Utara
Peta LengkapTotal Rekaman
9.957
0.18% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#20
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
-21.7%
2025 vs 2024
Maluku Utara mencakup pulau-pulau vulkanik besar Halmahera, Ternate, dan Tidore serta gugusan pulau Sula dan Obi di persimpangan lempeng Filipina, Pasifik, dan Eurasia. Halmahera adalah yang terbesar dan paling kaya biodiversitas, dengan gunung berapi aktif dan tutupan hutan yang luas.
Dengan 9.957 rekaman observasi, Maluku Utara masih tergolong provinsi yang belum tersurvei secara optimal. Diperlukan lebih banyak ekspedisi lapangan dan program citizen science untuk mengungkap kekayaan hayati yang sesungguhnya. Sayangnya, jumlah ini 80% di bawah rata-rata nasional per provinsi, mengindikasikan perlunya peningkatan upaya dokumentasi.
Komposisi takson di Maluku Utara menunjukkan variasi yang menarik. Serangga memiliki jumlah rekaman tertinggi dengan 3.373 catatan, diikuti oleh kelompok-kelompok lain yang berkontribusi secara proporsional. Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Emoia reimschiisseli dengan 117 rekaman.
Aktivitas survei dan dokumentasi di Maluku Utara mengalami peningkatan signifikan sebesar 71% dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini kemungkinan didorong oleh meningkatnya partisipasi dalam program citizen science dan ekspedisi penelitian terstruktur. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2024 dengan 1.512 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1858 hingga 2026, mencakup 168 tahun observasi. Secara biogeografis, Maluku Utara terletak di sebelah timur Garis Wallace, wilayah transisi yang menampung fauna dengan karakter Australasia. Posisi ini menjadikan provinsi ini memiliki potensi endemisme yang sangat tinggi dan komposisi spesies yang berbeda dari Jawa atau Sumatera.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di Maluku Utara
| # | Spesies | Rekaman |
|---|---|---|
| 1 | Emoia reimschiisseli | 117 |
| 2 | Ornithoptera croesus | 94 |
| 3 | Acrophtalmia artemis | 75 |
| 4 | Gekko vittatus | 73 |
| 5 | Cethosia cydippe | 71 |
| 6 | Danaus affinis | 62 |
| 7 | Ideopsis juventa | 59 |
| 8 | Hemidactylus frenatus | 54 |
| 9 | Geoffroyus geoffroyi | 51 |
| 10 | Lygisaurus novaeguineae | 47 |
| 11 | Pitta maxima | 46 |
| 12 | Rhyticeros plicatus | 45 |
| 13 | Appias placidia | 45 |
| 14 | Carlia tutela | 42 |
| 15 | Leptocoma sericea | 42 |
| 16 | Rhinocypha tincta | 41 |
| 17 | Lalage aurea | 40 |
| 18 | Todiramphus diops | 39 |
| 19 | Neurothemis manadensis | 38 |
| 20 | Ideopsis vitrea | 38 |
Data rekaman keanekaragaman hayati di Maluku Utara tersedia dari tahun 1858 hingga 2026. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2024 dengan 1.512 rekaman. Dalam periode 2020-2026, total 4.507 rekaman telah dikumpulkan.
Foto bersumber dari berbagai kontributor. Hak cipta milik masing-masing fotografer. Lisensi bervariasi per foto.
Maluku Utara memiliki 9.957 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-20 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Serangga memiliki jumlah rekaman tertinggi di Maluku Utara. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Maluku.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di Maluku Utara. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk Maluku Utara mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di Maluku Utara, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Maluku.