Memuat peta...
80 titik observasi di Papua
Peta LengkapTotal Rekaman
320.896
5.94% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#1
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
-98.4%
2025 vs 2024
Provinsi Papua mencakup bagian timur laut Papua Indonesia, termasuk dataran tinggi Jayapura, cekungan Danau Sentani yang luas, dan Pegunungan Cyclops yang menjulang tiba-tiba dari pesisir Pasifik. Sungai Mamberamo mengaliri hamparan besar hutan dataran rendah yang masih asli.
Papua merupakan salah satu hotspot dokumentasi keanekaragaman hayati di Indonesia dengan total 320.896 rekaman observasi. Angka ini menjadikan provinsi ini sebagai wilayah yang sangat terdokumentasi dengan baik dalam basis data GBIF. Volume rekaman ini 7 kali lipat di atas rata-rata nasional per provinsi, menunjukkan intensitas penelitian dan observasi yang sangat tinggi.
Dokumentasi di Papua didominasi oleh kelompok Burung yang mencakup 86% dari seluruh rekaman. Dominasi ini mungkin mencerminkan fokus penelitian tertentu atau kelimpahan alami kelompok tersebut di wilayah ini. Kelompok Serangga menempati posisi kedua dengan 24.461 rekaman (8%). Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Rhyticeros plicatus dengan 4.914 rekaman.
Aktivitas survei dan dokumentasi di Papua mengalami peningkatan signifikan sebesar 173% dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini kemungkinan didorong oleh meningkatnya partisipasi dalam program citizen science dan ekspedisi penelitian terstruktur. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2023 dengan 66.534 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1907 hingga 2025, mencakup 118 tahun observasi. Secara biogeografis, Papua terletak di sebelah timur Garis Wallace, wilayah transisi yang menampung fauna dengan karakter Australasia. Posisi ini menjadikan provinsi ini memiliki potensi endemisme yang sangat tinggi dan komposisi spesies yang berbeda dari Jawa atau Sumatera.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di Papua
| # | Spesies | Rekaman |
|---|---|---|
| 1 | Rhyticeros plicatus | 4.914 |
| 2 | Collocalia esculenta | 4.879 |
| 3 | Philemon buceroides | 4.564 |
| 4 | Eclectus roratus | 4.343 |
| 5 | Rhipidura leucophrys | 4.301 |
| 6 | Geoffroyus geoffroyi | 3.584 |
| 7 | Ducula pinon | 3.537 |
| 8 | Dacelo gaudichaud | 3.184 |
| 9 | Aerodramus vanikorensis | 3.150 |
| 10 | Haliastur indus | 3.036 |
| 11 | Hirundo javanica | 3.027 |
| 12 | Eurystomus orientalis | 2.948 |
| 13 | Leptocoma sericea | 2.781 |
| 14 | Aplonis metallica | 2.394 |
| 15 | Myiagra alecto | 2.382 |
| 16 | Manucodia ater | 2.281 |
| 17 | Mino dumontii | 2.252 |
| 18 | Cacomantis variolosus | 2.159 |
| 19 | Fregata ariel | 2.088 |
| 20 | Microptilotis analogus | 2.019 |
Data rekaman keanekaragaman hayati di Papua tersedia dari tahun 1907 hingga 2025. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2023 dengan 66.534 rekaman. Dalam periode 2020-2025, total 165.528 rekaman telah dikumpulkan.
Belum ada foto yang tersedia untuk Papua.
Papua memiliki 320.896 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-1 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Burung memiliki jumlah rekaman tertinggi di Papua. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Papua.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di Papua. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk Papua mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di Papua, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Papua.