Cyrtodactylus marmoratus — K. Lim, 1989 h: 64 (Nee Soon Swamp Forest; Sime Road Forest).
Sumber: Singapore’s herpetofauna: updated and annotated checklist, history, conservation, and distribution
Family Gekkonidae
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.
38 titik observasi Cyrtodactylus majulah di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.

Foto: Figueroa, Alex;Low, Martyn E. Y.;Lim, Kelvin K. P.
Otoritas penamaan: Grismer, Wood & Lim, 2012 (2012)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): LC Risiko Rendah
Dipublikasikan dalam: Grismer, L. Lee; Perry L. Wood, Jr. and Kelvin K. P. Lim. Cyrtodactylus majulah, a new species of bent-toed gecko (Reptilia: Squamata: Gekkonidae) from Singapore and the Riau Archipelago.
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
+0%
+150.0% vs 2022
Singapore Bent-toed Gecko (Cyrtodactylus majulah) termasuk dalam famili Gekkonidae, kelas Squamata. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 38 kali di Indonesia, tersebar di 1 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 2015.
Riau merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 38 catatan (100.0% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Cyrtodactylus majulah menunjukkan peningkatan signifikan (+150%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 2015.
Catatan deskriptif tentang Cyrtodactylus majulah dari sumber literatur primer (via GBIF).
Cyrtodactylus marmoratus — K. Lim, 1989 h: 64 (Nee Soon Swamp Forest; Sime Road Forest).
Sumber: Singapore’s herpetofauna: updated and annotated checklist, history, conservation, and distribution
Gonyodactylus (formerly Cyrtodactylus) quadrivirgatus — K. P. Lim, 1995 c: 18 (Cave Path [BTNR]; Lower Peirce Forest; Mandai Forest Track [NSSF]; Nee Soon Swamp Forest; Upper Peirce Reservoir Service Road [NSSF]; Upper Seletar Reservoir Park).
Sumber: Singapore’s herpetofauna: updated and annotated checklist, history, conservation, and distribution
IUCN conservation status. Least Concern [2021].
Sumber: Singapore’s herpetofauna: updated and annotated checklist, history, conservation, and distribution
Singapore Bent-toed Gecko (Figure 12 A; Dairy Farm Nature Park)
Sumber: Singapore’s herpetofauna: updated and annotated checklist, history, conservation, and distribution
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Riau | 38 | 100.0% |
Jumlah catatan observasi Cyrtodactylus majulah di Indonesia per tahun
Cyrtodactylus majulah
Foto: Figueroa, Alex;Low, Martyn E. Y.;Lim, Kelvin K. P.
| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Singapore Bent-toed Gecko | Inggris | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 38 observasi, Riau adalah provinsi dengan catatan Singapore Bent-toed Gecko (Cyrtodactylus majulah) terbanyak — 38 observasi (100.0% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 1 provinsi.
Catatan pertama Singapore Bent-toed Gecko (Cyrtodactylus majulah) di Indonesia tercatat pada tahun 2015. Hingga kini terdapat 38 catatan dari 1 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Singapore Bent-toed Gecko (Cyrtodactylus majulah) berstatus "Risiko Rendah" (kode LC). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Cyrtodactylus majulah diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Class Squamata, Family Gekkonidae, Genus Cyrtodactylus. Spesies ini dideskripsikan oleh Grismer, Wood & Lim, 2012.