Family Bufonidae · Order Anura
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.
Foto belum tersedia
Otoritas penamaan: (Peters, 1863) (1863)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): LC Risiko Rendah
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
-0%
-95.5% vs 2009
Kodok-buduk bengkulu (Ingerophrynus claviger) termasuk dalam famili Bufonidae, ordo Anura, kelas Amphibia. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 54 kali di Indonesia, tersebar di 2 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1893.
Sumatera Utara merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 27 catatan (50.0% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Ingerophrynus claviger menunjukkan penurunan signifikan (-95%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1893.
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Ingerophrynus claviger dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Bufo claviger | Peters, 1863 | SYNONYM |
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Sumatera Utara | 27 | 50.0% |
| 2 | Bengkulu | 1 | 1.9% |
Jumlah catatan observasi Ingerophrynus claviger di Indonesia per tahun
| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Benkulen Toad | Inggris | Catalogue of Life |
| Kodok-buduk bengkulu | Indonesia | Catalogue of Life |
| ropucha kyjová | ces | Catalogue of Life |
| Индонезийская жаба | rus | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 54 observasi, Sumatera Utara adalah provinsi dengan catatan Kodok-buduk bengkulu (Ingerophrynus claviger) terbanyak — 27 observasi (50.0% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 2 provinsi.
Catatan pertama Kodok-buduk bengkulu (Ingerophrynus claviger) di Indonesia tercatat pada tahun 1893. Hingga kini terdapat 54 catatan dari 2 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Kodok-buduk bengkulu (Ingerophrynus claviger) berstatus "Risiko Rendah" (kode LC). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Di Indonesia dan Malaysia, Ingerophrynus claviger dikenal dengan beberapa nama lokal: Kodok-buduk bengkulu. Penamaan dapat berbeda antardaerah dan bahasa.
Ya, Ingerophrynus claviger memiliki 1 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Bufo claviger. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Ingerophrynus claviger diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Class Amphibia, Order Anura, Family Bufonidae, Genus Ingerophrynus. Spesies ini dideskripsikan oleh (Peters, 1863).
30 titik observasi Ingerophrynus claviger di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.