Memuat peta...
80 titik observasi di Sumatera Utara
Peta LengkapTotal Rekaman
19.568
0.36% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#9
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
+68.8%
2025 vs 2024
Sumatera Utara membentang dari Selat Malaka di timur hingga Samudra Hindia di barat, dibelah oleh pegunungan Bukit Barisan. Danau Toba, danau vulkanik terbesar di dunia, terletak di jantung provinsi ini dalam sebuah kaldera supervulkanik purba.
Sumatera Utara memiliki 19.568 rekaman observasi keanekaragaman hayati dalam basis data GBIF. Jumlah ini mencerminkan upaya dokumentasi yang moderat di wilayah tersebut. Sayangnya, jumlah ini 60% di bawah rata-rata nasional per provinsi, mengindikasikan perlunya peningkatan upaya dokumentasi.
Kelompok Serangga memimpin dokumentasi di Sumatera Utara dengan 57% rekaman, namun kontribusi kelompok takson lainnya juga cukup signifikan. Kelompok lain yang menonjol meliputi Tumbuhan. Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Pongo abelii dengan 265 rekaman.
Aktivitas survei dan dokumentasi di Sumatera Utara mengalami peningkatan signifikan sebesar 70% dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini kemungkinan didorong oleh meningkatnya partisipasi dalam program citizen science dan ekspedisi penelitian terstruktur. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2025 dengan 2.352 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1903 hingga 2026, mencakup 123 tahun observasi. Sumatera Utara terletak di sebelah barat Garis Wallace, berada dalam zona zoogeografi Oriental dengan kekerabatan fauna yang erat dengan daratan Asia Tenggara.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di Sumatera Utara
| # | Spesies | Rekaman |
|---|---|---|
| 1 | Pongo abelii | 265 |
| 2 | Presbytis thomasi | 202 |
| 3 | Macaca fascicularis | 171 |
| 4 | Tropidolaemus wagleri | 159 |
| 5 | Nisitrus insignis | 108 |
| 6 | Macaca nemestrina | 103 |
| 7 | Papilio demolion | 100 |
| 8 | Euploea crameri | 84 |
| 9 | Draco sumatranus | 80 |
| 10 | Delias hyparete | 79 |
| 11 | Pycnoscelus surinamensis | 74 |
| 12 | Papilio nephelus | 73 |
| 13 | Hypolimnas bolina | 72 |
| 14 | Varanus salvator | 70 |
| 15 | Papilio memnon | 66 |
| 16 | Pycnonotus aurigaster | 66 |
| 17 | Chersonesia rahria | 65 |
| 18 | Argusianus argus | 64 |
| 19 | Ideopsis gaura | 61 |
| 20 | Eutropis multifasciata | 58 |
Data rekaman keanekaragaman hayati di Sumatera Utara tersedia dari tahun 1903 hingga 2026. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2025 dengan 2.352 rekaman. Dalam periode 2020-2026, total 7.903 rekaman telah dikumpulkan.
Belum ada foto yang tersedia untuk Sumatera Utara.
Sumatera Utara memiliki 19.568 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-9 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Serangga memiliki jumlah rekaman tertinggi di Sumatera Utara. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Sumatera.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di Sumatera Utara. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk Sumatera Utara mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di Sumatera Utara, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Sumatera.