Family Cyprinidae · Order Cypriniformes
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.
12 titik observasi Thynnichthys polylepis di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.
Otoritas penamaan: Bleeker, 1860 (1860)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): LC Risiko Rendah
Dipublikasikan dalam: Bleeker, P. (1860). De visschen van den Indischen Archipel, beschreven en toegelicht. Deel II. Ordo Cyprini, karpers. [Also: Ichthyologiae Archipelagi Indici Prodromus, Volumen II. Cyprini]. <em>Acta Societatis Regiae Scientiarum Indo-Neêrlandicae.</em> v. 7 (art. 2): 1-492 + i-xiii.
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
+0%
+50.0% vs 2016
Bauk ketuk (Thynnichthys polylepis) termasuk dalam famili Cyprinidae, ordo Cypriniformes. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 26 kali di Indonesia, tersebar di 5 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1891.
Sumatera Selatan merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 7 catatan (26.9% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Thynnichthys polylepis menunjukkan peningkatan signifikan (+50%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1891.
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Sumatera Selatan | 7 | 26.9% |
| 2 | Kalimantan Timur | 3 | 11.5% |
| 3 | Riau | 2 | 7.7% |
| 4 | Jambi | 2 | 7.7% |
| 5 | Kalimantan Barat | 2 | 7.7% |
Jumlah catatan observasi Thynnichthys polylepis di Indonesia per tahun
Thynnichthys polylepis
Foto: Florida Museum of Natural History Ichthyology
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Thynnichthys polylepis
Foto: Florida Museum of Natural History Ichthyology
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Bauk ketuk | Indonesia | Catalogue of Life |
| Bauk pipih | Indonesia | Catalogue of Life |
| planang mnohošupinný | ces | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 26 observasi, Sumatera Selatan adalah provinsi dengan catatan Bauk ketuk (Thynnichthys polylepis) terbanyak — 7 observasi (26.9% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 5 provinsi.
Catatan pertama Bauk ketuk (Thynnichthys polylepis) di Indonesia tercatat pada tahun 1891. Hingga kini terdapat 26 catatan dari 5 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Bauk ketuk (Thynnichthys polylepis) berstatus "Risiko Rendah" (kode LC). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Di Indonesia dan Malaysia, Thynnichthys polylepis dikenal dengan beberapa nama lokal: Bauk ketuk, Bauk pipih. Penamaan dapat berbeda antardaerah dan bahasa.
Thynnichthys polylepis diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Order Cypriniformes, Family Cyprinidae, Genus Thynnichthys. Spesies ini dideskripsikan oleh Bleeker, 1860.