Movements, Home range and Social organization. No information.
Sumber: Tupaiidae
Family Tupaiidae · Order Scandentia
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.

Foto: Russell A. Mittermeier;Don E. Wilson
Otoritas penamaan: Raffles, 1821 (1821)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): DD Data Kurang
Dipublikasikan dalam: Raffles, Thomas S. 1821. Descriptive Catalogue of a Zoological Collection, made on account of the Honourable East India Company, in the Island of Sumatra and its Vicinity, under the Direction of Sir Thomas Stamford Raffles, Lieutenant‐Governor of Fort Marlborough; with additional Notices illustrative of the Natural History of those Countries. Transactions of the Linnean Society of London 13: 239-274.
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
+0%
+150.0% vs 2024
Tupai Sumatera (Tupaia ferruginea) termasuk dalam famili Tupaiidae, ordo Scandentia, kelas Mammalia. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 29 kali di Indonesia, tersebar di 4 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1877.
Jambi merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 7 catatan (24.1% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Tupaia ferruginea menunjukkan peningkatan signifikan (+150%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1877.
Catatan deskriptif tentang Tupaia ferruginea dari sumber literatur primer (via GBIF).
Movements, Home range and Social organization. No information.
Sumber: Tupaiidae
Status and Conservation. CITES Appendix II. Classified as Data Deficient on The IUCN Red List. The Sumatran Treeshrew was recently elevated from subspecific status, and new research is needed to fully understand its conservation status. Within the distribution of the Sumatran Treeshrew, there has been substantial conversion of native forests for agricultural purposes, which no doubt represents a significant conservation threat.
Sumber: Tupaiidae
Descriptive notes. Head-body 175 - 900 mm, tail 140 - 175 mm, ear 14 - 16 mm, hindfoot 41 - 43 mm. No specific data are available for body weight. The Sumatran Treeshrew is medium-sized, with relatively shorttail. Tail fur is ¢. 20 mm long. At base of neck, fur has a slight gray tint, with reddish wash along midsection, turning to darker black to brown on rump. Underparts are gray or tan. Diagnostic shoulder marking is present. Pelage of the Sumatran Treeshrew is very similar to the Common Treeshrew (7. glis) from the Malay Peninsula.
Sumber: Tupaiidae
Distribution. Sumatra and Tanahbala in Batu Is.
Sumber: Tupaiidae
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Tupaia ferruginea dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Tupaia glis ferruginea | — | SYNONYM |
| Tupaia tephrura | — | SYNONYM |
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Jambi | 7 | 24.1% |
| 2 | Sumatera Utara | 3 | 10.3% |
| 3 | Sumatera Barat | 1 | 3.4% |
| 4 | Lampung | 1 | 3.4% |
Jumlah catatan observasi Tupaia ferruginea di Indonesia per tahun
Tupaia ferruginea
Foto: Russell A. Mittermeier;Don E. Wilson
Tupaia ferruginea
Foto: Russell A. Mittermeier;Don E. Wilson
| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Rotliches Spitzhornchen | Jerman | Tupaiidae |
| Rötliches Spitzhörnchen | Jerman | Catalogue of Life |
| Sumatran Scandentian | Inggris | Catalogue of Life |
| Sumatran Treeshrew | Inggris | Tupaiidae |
| Sumatratrespissmus | nob | Catalogue of Life |
| Toupaye ferrugineux | Prancis | Tupaiidae |
| Tupai Sumatera | Indonesia | Catalogue of Life |
| Tupaya de Sumatra | Spanyol | Catalogue of Life |
| Tupaya de Sumatra | - | Tupaiidae |
| Восточно-индийская тупайя | rus | Catalogue of Life |
| กระแตสุมาตรา | tha | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 29 observasi, Jambi adalah provinsi dengan catatan Tupai Sumatera (Tupaia ferruginea) terbanyak — 7 observasi (24.1% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 4 provinsi.
Catatan pertama Tupai Sumatera (Tupaia ferruginea) di Indonesia tercatat pada tahun 1877. Hingga kini terdapat 29 catatan dari 4 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Tupai Sumatera (Tupaia ferruginea) berstatus "Data Kurang" (kode DD). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Di Indonesia dan Malaysia, Tupaia ferruginea dikenal dengan beberapa nama lokal: Tupai Sumatera. Penamaan dapat berbeda antardaerah dan bahasa.
Ya, Tupaia ferruginea memiliki 2 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Tupaia glis ferruginea, Tupaia tephrura. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Tupaia ferruginea diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Class Mammalia, Order Scandentia, Family Tupaiidae, Genus Tupaia. Spesies ini dideskripsikan oleh Raffles, 1821.
15 titik observasi Tupaia ferruginea di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.