Kelas Plantae · Pulau Bali & Nusa Tenggara
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Bali
0%
dari 129.775 catatan total
Tren Tahunan
-0%
-75.6% vs 2025
Bali merupakan salah satu provinsi di Pulau Bali & Nusa Tenggara yang menyimpan kekayaan tumbuhan (Plantae) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 7.582 catatan observasi tumbuhan di provinsi ini, yang mewakili sekitar 30 spesies berbeda.
Indonesia memiliki sekitar 30.000 hingga 40.000 spesies tumbuhan berbunga, menjadikannya salah satu negara megadiversitas flora terkaya di dunia. Rafflesia arnoldii, bunga terbesar di dunia, dan Amorphophallus titanum, bunga dengan tongkol tertinggi, keduanya berasal dari hutan Sumatera. Hutan hujan tropis Kalimantan dan Papua menyimpan ribuan spesies pohon yang belum sepenuhnya terdokumentasi secara ilmiah.
Berdasarkan jumlah catatan observasi

Calotropis gigantea
Hippobroma longiflora

Sphagneticola trilobata
Heliconia rostrata

Cocos nucifera

Ipomoea pes-caprae
Asystasia intrusa

Carica papaya
Pilea microphylla

Clitoria ternatea
Pyrrosia piloselloides
Pteris vittata

Caesalpinia pulcherrima
Glycine max

Mimosa pudica
Ruellia simplex
Tridax procumbens
Artocarpus heterophyllus

Nelumbo nucifera

Coccinia grandis
Talipariti tiliaceum
Lantana camara
Theobroma cacao
Chromolaena odorata
Manihot esculenta
Passiflora vesicaria
Pachystachys lutea
Pistia stratiotes
Antigonon leptopus

Morinda citrifolia
Jumlah catatan observasi tumbuhan di Bali per tahun
Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 30 spesies tumbuhan (Plantae) yang tercatat di Bali dengan total 7.582 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Spesies tumbuhan dengan catatan terbanyak di Bali adalah Calotropis gigantea dengan 216 catatan observasi. Data ini mencakup observasi dari berbagai sumber termasuk museum, penelitian lapangan, dan citizen science.
Tren pengamatan tumbuhan di Bali menunjukkan perubahan -75.6% vs 2025 pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.