Memuat peta...
80 titik observasi di DI Yogyakarta
Peta LengkapTotal Rekaman
23.343
0.43% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#19
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
+51.9%
2025 vs 2024
DI Yogyakarta adalah provinsi terkecil di Indonesia berdasarkan luas wilayah, membentang dari puncak aktif Gunung Merapi di utara hingga tebing batu kapur Gunung Kidul di pantai Samudra Hindia di selatan. Endapan vulkanik Merapi menciptakan tanah subur yang diperkaya lahar.
DI Yogyakarta memiliki 23.343 rekaman observasi keanekaragaman hayati dalam basis data GBIF. Jumlah ini mencerminkan upaya dokumentasi yang moderat di wilayah tersebut. Sayangnya, jumlah ini 53% di bawah rata-rata nasional per provinsi, mengindikasikan perlunya peningkatan upaya dokumentasi.
Komposisi takson di DI Yogyakarta menunjukkan variasi yang menarik. Serangga memiliki jumlah rekaman tertinggi dengan 7.624 catatan, diikuti oleh kelompok-kelompok lain yang berkontribusi secara proporsional. Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Polypedates leucomystax dengan 294 rekaman.
Yang perlu diwaspadai, terjadi penurunan 29% dalam volume rekaman di DI Yogyakarta selama tiga tahun terakhir. Penurunan ini dapat disebabkan oleh berkurangnya pendanaan penelitian, terbatasnya akses lapangan, atau pergeseran prioritas survei. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2020 dengan 8.649 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1777 hingga 2026, mencakup 249 tahun observasi. DI Yogyakarta terletak di sebelah barat Garis Wallace, berada dalam zona zoogeografi Oriental dengan kekerabatan fauna yang erat dengan daratan Asia Tenggara.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di DI Yogyakarta
| # | Spesies | Rekaman |
|---|---|---|
| 1 | Polypedates leucomystax | 294 |
| 2 | Orthetrum sabina | 292 |
| 3 | Duttaphrynus melanostictus | 271 |
| 4 | Gekko gecko | 241 |
| 5 | Neurothemis terminata | 194 |
| 6 | Hemidactylus platyurus | 179 |
| 7 | Hypolimnas bolina | 175 |
| 8 | Bronchocela jubata | 172 |
| 9 | Hemidactylus frenatus | 167 |
| 10 | Chalcorana chalconota | 164 |
| 11 | Eutropis multifasciata | 161 |
| 12 | Lissachatina fulica | 158 |
| 13 | Nephila pilipes | 148 |
| 14 | Pycnonotus aurigaster | 136 |
| 15 | Potamarcha congener | 130 |
| 16 | Brachythemis contaminata | 128 |
| 17 | Geopelia striata | 122 |
| 18 | Tridax procumbens | 121 |
| 19 | Lonchura leucogastroides | 119 |
| 20 | Oecophylla smaragdina | 112 |
Data rekaman keanekaragaman hayati di DI Yogyakarta tersedia dari tahun 1777 hingga 2026. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2020 dengan 8.649 rekaman. Dalam periode 2020-2026, total 18.611 rekaman telah dikumpulkan.
Belum ada foto yang tersedia untuk DI Yogyakarta.
DI Yogyakarta memiliki 23.343 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-19 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Serangga memiliki jumlah rekaman tertinggi di DI Yogyakarta. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Jawa.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di DI Yogyakarta. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk DI Yogyakarta mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di DI Yogyakarta, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Jawa.