Memuat peta...
80 titik observasi di Kepulauan Bangka Belitung
Peta LengkapTotal Rekaman
1.677
0.03% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#29
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
0.0%
2025 vs 2024
Provinsi kepulauan ini terdiri dari Bangka dan Belitung beserta pulau-pulau kecil di Laut Jawa dan Selat Karimata. Pulau-pulaunya sebagian besar merupakan medan granit dataran rendah dengan tanah laterit, dibentuk oleh penambangan timah selama berabad-abad yang meninggalkan lanskap sekunder yang khas.
Dengan 1.677 rekaman observasi, Kepulauan Bangka Belitung masih tergolong provinsi yang belum tersurvei secara optimal. Diperlukan lebih banyak ekspedisi lapangan dan program citizen science untuk mengungkap kekayaan hayati yang sesungguhnya. Sayangnya, jumlah ini 97% di bawah rata-rata nasional per provinsi, mengindikasikan perlunya peningkatan upaya dokumentasi.
Kelompok Tumbuhan memimpin dokumentasi di Kepulauan Bangka Belitung dengan 56% rekaman, namun kontribusi kelompok takson lainnya juga cukup signifikan. Kelompok lain yang menonjol meliputi Serangga, Mamalia. Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Hipposideros galeritus dengan 87 rekaman.
Aktivitas survei dan dokumentasi di Kepulauan Bangka Belitung mengalami peningkatan signifikan sebesar 60% dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini kemungkinan didorong oleh meningkatnya partisipasi dalam program citizen science dan ekspedisi penelitian terstruktur. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 1949 dengan 649 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1904 hingga 2019, mencakup 115 tahun observasi. Kepulauan Bangka Belitung terletak di sebelah barat Garis Wallace, berada dalam zona zoogeografi Oriental dengan kekerabatan fauna yang erat dengan daratan Asia Tenggara.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di Kepulauan Bangka Belitung
| # | Spesies | Rekaman |
|---|---|---|
| 1 | Hipposideros galeritus | 87 |
| 2 | Maxomys whiteheadi | 36 |
| 3 | Tanaecia pelea | 33 |
| 4 | Prothoe franck | 29 |
| 5 | Ratufa affinis | 27 |
| 6 | Cynopterus brachyotis | 26 |
| 7 | Callosciurus notatus | 24 |
| 8 | Euploea mulciber | 21 |
| 9 | Tragulus kanchil | 19 |
| 10 | Eooxylides tharis | 17 |
| 11 | Papilio memnon | 16 |
| 12 | Callosciurus prevostii | 16 |
| 13 | Tragulus napu | 16 |
| 14 | Ideopsis juventa | 15 |
| 15 | Cupha erymanthis | 14 |
| 16 | Tupaia glis | 14 |
| 17 | Nannosciurus melanotis | 11 |
| 18 | Cynitia cocytina | 10 |
| 19 | Melanitis leda | 10 |
| 20 | Saletara panda | 10 |
Data rekaman keanekaragaman hayati di Kepulauan Bangka Belitung tersedia dari tahun 1904 hingga 2019. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 1949 dengan 649 rekaman.
Foto bersumber dari berbagai kontributor. Hak cipta milik masing-masing fotografer. Lisensi bervariasi per foto.
Kepulauan Bangka Belitung memiliki 1.677 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-29 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Tumbuhan memiliki jumlah rekaman tertinggi di Kepulauan Bangka Belitung. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Sumatera.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di Kepulauan Bangka Belitung. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk Kepulauan Bangka Belitung mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di Kepulauan Bangka Belitung, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Sumatera.