Kelas Aves · Pulau Sumatera
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Kepulauan Riau
0%
dari 3.304 catatan total
Tren Tahunan
-0%
-81.5% vs 2025
Kepulauan Riau merupakan salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang menyimpan kekayaan burung (Aves) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 0 catatan observasi burung di provinsi ini, yang mewakili sekitar 30 spesies berbeda.
Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari 1.700 spesies burung, menjadikannya salah satu negara dengan keanekaragaman avifauna tertinggi di dunia. Dari Cenderawasih di Papua hingga Jalak Bali di Nusa Tenggara, setiap pulau menyimpan keunikan tersendiri. Banyak spesies endemik terancam punah akibat hilangnya habitat dan perdagangan ilegal.
Berdasarkan jumlah catatan observasi
Anthreptes malacensis
Hirundo javanica
Anthracoceros albirostris
Haliaeetus leucogaster
Halcyon smyrnensis
Todiramphus chloris
Anthus rufulus
Passer montanus
Egretta sacra
Pycnonotus simplex
Merops philippinus
Lonchura maja
Gallus gallus
Amaurornis phoenicurus
Haliastur indus
Actitis hypoleucos
Pycnonotus plumosus
Pycnonotus goiavier
Acridotheres tristis
Aplonis panayensis
Columba livia
Ducula bicolor
Lacedo pulchella
Prinia inornata
Geopelia striata
Pelargopsis capensis
Sternula albifrons
Icthyophaga ichthyaetus
Spilopelia chinensis
Spilornis cheela
Jumlah catatan observasi burung di Kepulauan Riau per tahun
Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 30 spesies burung (Aves) yang tercatat di Kepulauan Riau dengan total 0 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Spesies burung dengan catatan terbanyak di Kepulauan Riau adalah Anthreptes malacensis dengan 10 catatan observasi. Data ini mencakup observasi dari berbagai sumber termasuk museum, penelitian lapangan, dan citizen science.
Tren pengamatan burung di Kepulauan Riau menunjukkan perubahan -81.5% vs 2025 pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.