Memuat peta...
80 titik observasi di Kepulauan Riau
Peta LengkapTotal Rekaman
3.203
0.06% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#32
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
+43.8%
2025 vs 2024
Kepulauan Riau adalah provinsi kepulauan dengan lebih dari 2.000 pulau yang tersebar di Laut Cina Selatan, selatan Singapura. Pulau-pulaunya berdataran rendah, jarang melebihi 300 m, dengan inti granit yang diselimuti vegetasi tropis dan dikelilingi terumbu karang yang produktif.
Dengan 3.203 rekaman observasi, Kepulauan Riau masih tergolong provinsi yang belum tersurvei secara optimal. Diperlukan lebih banyak ekspedisi lapangan dan program citizen science untuk mengungkap kekayaan hayati yang sesungguhnya. Sayangnya, jumlah ini 93% di bawah rata-rata nasional per provinsi, mengindikasikan perlunya peningkatan upaya dokumentasi.
Komposisi takson di Kepulauan Riau terdistribusi secara merata, yang menunjukkan dokumentasi yang komprehensif di berbagai kelompok organisme. Setidaknya 7 kelompok takson memiliki representasi yang signifikan, menjadikan provinsi ini sebagai contoh dokumentasi keanekaragaman hayati yang seimbang. Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Callosciurus notatus dengan 130 rekaman.
Aktivitas dokumentasi di Kepulauan Riau relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan konsistensi dalam upaya pemantauan keanekaragaman hayati. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2025 dengan 381 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1892 hingga 2026, mencakup 134 tahun observasi. Kepulauan Riau terletak di sebelah barat Garis Wallace, berada dalam zona zoogeografi Oriental dengan kekerabatan fauna yang erat dengan daratan Asia Tenggara.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di Kepulauan Riau
| # | Spesies | Rekaman |
|---|---|---|
| 1 | Callosciurus notatus | 130 |
| 2 | Rattus tiomanicus | 85 |
| 3 | Maxomys surifer | 80 |
| 4 | Tragulus napu | 62 |
| 5 | Maxomys rajah | 57 |
| 6 | Ratufa affinis | 48 |
| 7 | Macaca fascicularis | 40 |
| 8 | Nepenthes ampullaria | 39 |
| 9 | Cynopterus sphinx | 36 |
| 10 | Nepenthes gracilis | 33 |
| 11 | Sundamys muelleri | 30 |
| 12 | Emballonura monticola | 29 |
| 13 | Tragulus kanchil | 25 |
| 14 | Leopoldamys sabanus | 21 |
| 15 | Pteropus hypomelanus | 21 |
| 16 | Galeopterus variegatus | 20 |
| 17 | Tupaia glis | 17 |
| 18 | Sundasciurus tenuis | 17 |
| 19 | Varanus salvator | 17 |
| 20 | Pteropus vampyrus | 17 |
Data rekaman keanekaragaman hayati di Kepulauan Riau tersedia dari tahun 1892 hingga 2026. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2025 dengan 381 rekaman. Dalam periode 2020-2026, total 1.498 rekaman telah dikumpulkan.
Foto bersumber dari berbagai kontributor. Hak cipta milik masing-masing fotografer. Lisensi bervariasi per foto.
Kepulauan Riau memiliki 3.203 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-32 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Mamalia memiliki jumlah rekaman tertinggi di Kepulauan Riau. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Sumatera.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di Kepulauan Riau. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk Kepulauan Riau mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di Kepulauan Riau, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Sumatera.