Kelas Amphibia · Pulau Maluku
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Maluku Utara
0%
dari 9.957 catatan total
Tren Tahunan
-0%
-75.0% vs 2025
Maluku Utara merupakan salah satu provinsi di Pulau Maluku yang menyimpan kekayaan amfibi (Amphibia) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 71 catatan observasi amfibi di provinsi ini, yang mewakili sekitar 8 spesies berbeda.
Amfibi Indonesia mencakup ratusan spesies katak, kodok, dan salamander yang mendiami hutan dataran rendah hingga pegunungan tinggi. Pulau Kalimantan dan Sumatera menjadi pusat keanekaragaman amfibi dengan tingkat endemisme yang sangat tinggi. Amfibi berperan sebagai bioindikator kesehatan ekosistem, dan penurunan populasinya menjadi peringatan dini degradasi lingkungan.
Berdasarkan jumlah catatan observasi
Jumlah catatan observasi amfibi di Maluku Utara per tahun
Duttaphrynus melanostictus
Foto: Emily Zucker
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Duttaphrynus melanostictus
Foto: xiamai
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sandyrana Wells & Wellington, 1985
Foto: barbarachurchley
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Nyctimystes infrafrenatus
Foto: Tom Howard
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Nyctimystes infrafrenatus
Foto: Tom Howard
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Duttaphrynus melanostictus
Foto: Anastasia Louhenapessy
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Duttaphrynus melanostictus
Foto: Anastasia Louhenapessy
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sandyrana Wells & Wellington, 1985
Foto: Phil Benstead
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 8 spesies amfibi (Amphibia) yang tercatat di Maluku Utara dengan total 71 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Spesies amfibi dengan catatan terbanyak di Maluku Utara adalah Nyctimystes infrafrenatus dengan 12 catatan observasi. Data ini mencakup observasi dari berbagai sumber termasuk museum, penelitian lapangan, dan citizen science.
Tren pengamatan amfibi di Maluku Utara menunjukkan perubahan -75.0% vs 2025 pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.