Family Bufonidae · Order Anura
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.
Foto: Lin, Chien-Hsiang;Lin, Si-Min;Chien, Chi-Wei;Lin, Te-En;Nazir, Haroon;Singh, Ningthoujam Premjit
Status taksonomi: ACCEPTED
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
-0%
-86.3% vs 2025
Asian Toad (Duttaphrynus melanostictus) termasuk dalam famili Bufonidae, ordo Anura, kelas Amphibia. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 4.349 kali di Indonesia, tersebar di 34 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1906.
Jawa Barat merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 954 catatan (21.9% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Data distribusi yang ditampilkan di halaman ini merepresentasikan akumulasi catatan observasi dari berbagai sumber, termasuk survei lapangan oleh peneliti profesional, koleksi museum dan herbarium, serta kontribusi dari komunitas pengamat alam melalui platform citizen science. Penting untuk diingat bahwa pola persebaran yang terlihat mungkin dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah, sehingga tidak selalu mencerminkan persebaran alami spesies secara utuh. Tren temporal menunjukkan penurunan signifikan dalam jumlah catatan observasi, yang dapat dipengaruhi oleh perubahan intensitas survei, peningkatan partisipasi citizen science, atau perubahan kondisi habitat.
Memahami distribusi dan status populasi Duttaphrynus melanostictus sangat penting untuk upaya konservasi di Indonesia. Data observasi seperti yang ditampilkan di halaman ini membantu para peneliti dan pembuat kebijakan dalam mengidentifikasi habitat kritis, memantau perubahan populasi dari waktu ke waktu, dan merancang strategi perlindungan yang tepat sasaran. Dengan persebaran di 34 provinsi, Asian Toad memiliki jangkauan geografis yang relatif luas di Indonesia, meskipun kepadatan observasi dapat bervariasi signifikan antarwilayah.
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Jawa Barat | 954 | 21.9% |
| 2 | Bali | 582 | 13.4% |
| 3 | Jawa Tengah | 544 | 12.5% |
| 4 | DI Yogyakarta | 268 | 6.2% |
| 5 | Nusa Tenggara Barat | 146 | 3.4% |
| 6 | Jawa Timur | 137 | 3.2% |
| 7 | DKI Jakarta | 112 | 2.6% |
| 8 | Sumatera Barat | 111 | 2.6% |
| 9 | Sulawesi Selatan | 102 | 2.3% |
| 10 | Nusa Tenggara Timur | 95 | 2.2% |
| 11 | Sulawesi Tengah | 95 | 2.2% |
| 12 | Aceh | 78 | 1.8% |
| 13 | Lampung | 71 | 1.6% |
| 14 | Sulawesi Utara | 70 | 1.6% |
| 15 | Sumatera Utara | 53 | 1.2% |
| 16 | Banten | 42 | 1.0% |
| 17 | Kalimantan Barat | 37 | 0.9% |
| 18 | Riau | 31 | 0.7% |
| 19 | Kalimantan Tengah | 30 | 0.7% |
| 20 | Jambi | 27 | 0.6% |
| 21 | Gorontalo | 22 | 0.5% |
| 22 | Papua | 22 | 0.5% |
| 23 | Papua Barat | 21 | 0.5% |
| 24 | Sumatera Selatan | 18 | 0.4% |
| 25 | Kepulauan Bangka Belitung | 18 | 0.4% |
| 26 | Sulawesi Tenggara | 17 | 0.4% |
| 27 | Maluku | 17 | 0.4% |
| 28 | Kalimantan Timur | 14 | 0.3% |
| 29 | Sulawesi Barat | 13 | 0.3% |
| 30 | Bengkulu | 12 | 0.3% |
| 31 | Kalimantan Selatan | 12 | 0.3% |
| 32 | Maluku Utara | 12 | 0.3% |
| 33 | Kepulauan Riau | 10 | 0.2% |
| 34 | Kalimantan Utara | 1 | 0.0% |
Jumlah catatan observasi Duttaphrynus melanostictus di Indonesia per tahun
Duttaphrynus melanostictus
Foto: Lin, Chien-Hsiang;Lin, Si-Min;Chien, Chi-Wei;Lin, Te-En;Nazir, Haroon;Singh, Ningthoujam Premjit
Duttaphrynus melanostictus
Foto: Raj, Prudhvi;Vasudevan, Karthikeyan;Dutta, Sushil Kumar;Sahoo, Gunanidhi;Mahapatra, Susmita;Sharma, Richa
Duttaphrynus melanostictus
Foto: Raj, Prudhvi;Vasudevan, Karthikeyan;Dutta, Sushil Kumar;Sahoo, Gunanidhi;Mahapatra, Susmita;Sharma, Richa
Duttaphrynus melanostictus
Foto: Cook-Price, Dawn R.;Makchai, Sunchai;Hasin, Sasitorn;Suwanwaree, Pongthep
Duttaphrynus melanostictus
Foto: Bhattarai, Santosh;Pokheral, Chiranjibi Prasad;Lamichhane, Babu Ram;Regmi, Uba Raj;Ram, Ashok Kumar;Subedi, Naresh
Duttaphrynus melanostictus
Foto: Prasad, Vishal Kumar;Gautam, Kumudani Bala;Gupta, Sandeep Kumar;Murthy, R. Sreenivasa;Ramesh, K.;Shinde, Ajinkya Duttatray;Das, Abhijit
Duttaphrynus melanostictus
Foto: Kaiser, Hinrich;Carvalho, Venancio Lopes;Ceballos, Jester;Freed, Paul;Heacox, Scott;Lester, Barbara;Richards, Stephen J.;Trainor, Colin R.;Sanchez, Caitlin;O'Shea, Mark
| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Asian Toad | Inggris | Catalogue of Life |
| Asian common toad | Inggris | Catalogue of Life |
| Black-spectacled Toad | Inggris | Catalogue of Life |
| Common Indian Toad | Inggris | Catalogue of Life |
| Common Sunda Toad | Inggris | Amphibia-Malaysia |
| Javanese Toad | Inggris | Catalogue of Life |
| Kuno Bang | ben | Catalogue of Life |
| គីង្គក់ | khm | Checklist of extant species recorded in Keo Seima Wildlife Sanctuary, Cambodia |
| 黑眶蟾蜍 | Mandarin | Catalogue of Life |
| Asian Common Toad | Inggris | The IUCN Red List of Threatened Species |
Asian Toad (Duttaphrynus melanostictus) telah tercatat di 34 provinsi di Indonesia. Provinsi dengan catatan terbanyak adalah Jawa Barat dengan 954 observasi. Distribusi ini berdasarkan data observasi yang tercatat dan mungkin tidak mencerminkan persebaran alami secara lengkap.
Terdapat 4.349 catatan observasi Asian Toad (Duttaphrynus melanostictus) di Indonesia berdasarkan data yang tercatat. Catatan pertama tercatat pada tahun 1906. Data ini berasal dari berbagai sumber termasuk museum, survei lapangan, dan platform citizen science seperti iNaturalist.
Asian Toad memiliki nama ilmiah Duttaphrynus melanostictus. Klasifikasi lengkapnya: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Class Amphibia, Order Anura, Family Bufonidae, Genus Duttaphrynus.
150 titik observasi Duttaphrynus melanostictus di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.