Kelas Insecta · Pulau Maluku
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Maluku Utara
0%
dari 11.100 catatan total
Tren Tahunan
+0%
+16.2% vs 2025
Maluku Utara merupakan salah satu provinsi di Pulau Maluku yang menyimpan kekayaan serangga (Insecta) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 3.447 catatan observasi serangga di provinsi ini, yang mewakili sekitar 30 spesies berbeda.
Serangga mendominasi keanekaragaman hayati Indonesia dengan estimasi ratusan ribu spesies, banyak di antaranya belum teridentifikasi secara ilmiah. Kupu-kupu sayap burung dari Maluku dan kumbang tanduk dari Kalimantan termasuk yang paling dicari kolektor di seluruh dunia. Serangga memainkan peran vital dalam penyerbukan, dekomposisi, dan rantai makanan di seluruh ekosistem Nusantara.
Berdasarkan jumlah catatan observasi
Ornithoptera croesus
Acrophtalmia artemis
Cethosia cydippe
Danaus affinis
Ideopsis juventa
Neurothemis manadensis
Rhinocypha tincta
Appias placidia
Troides criton
Eurema candida
Ideopsis vitrea
Hypolimnas bolina
Saletara liberia
Eurema blanda
Xylotrupes striatopunctatus
Hasora mixta
Neurothemis ramburii
Idea durvillei
Cyrestis acilia
Papilio polytes
Parantica cleona
Papilio deiphobus
Papilio tydeus
Therates basalis
Hypolimnas alimena
Papilio ulysses
Junonia hedonia
Papilio fuscus
Orthetrum serapia
Danaus ismare
Jumlah catatan observasi serangga di Maluku Utara per tahun
Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 30 spesies serangga (Insecta) yang tercatat di Maluku Utara dengan total 3.447 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Spesies serangga dengan catatan terbanyak di Maluku Utara adalah Ornithoptera croesus dengan 95 catatan observasi. Data ini mencakup observasi dari berbagai sumber termasuk museum, penelitian lapangan, dan citizen science.
Tren pengamatan serangga di Maluku Utara menunjukkan perubahan +16.2% vs 2025 pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.