Kelas Insecta · Pulau Maluku
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Maluku
0%
dari 244.109 catatan total
Tren Tahunan
-0%
-4.6% vs 2023
Maluku merupakan salah satu provinsi di Pulau Maluku yang menyimpan kekayaan serangga (Insecta) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 20.618 catatan observasi serangga di provinsi ini, yang mewakili sekitar 30 spesies berbeda.
Serangga mendominasi keanekaragaman hayati Indonesia dengan estimasi ratusan ribu spesies, banyak di antaranya belum teridentifikasi secara ilmiah. Kupu-kupu sayap burung dari Maluku dan kumbang tanduk dari Kalimantan termasuk yang paling dicari kolektor di seluruh dunia. Serangga memainkan peran vital dalam penyerbukan, dekomposisi, dan rantai makanan di seluruh ekosistem Nusantara.
Berdasarkan jumlah catatan observasi
Catopsilia pomona
Ornithoptera priamus
Papilio fuscus
Aedes vexans
Danaus affinis
Armigeres malayi
Papilio aegeus
Euploea leucostictos
Culex quinquefasciatus
Eurema candida
Mansonia uniformis
Papilio ulysses
Troides oblongomaculatus
Euploea climena
Papilio inopinatus
Armigeres denbesteni
Pachliopta polydorus
Anopheles punctulatus
Delias ceneus
Papilio gambrisius
Cepora perimale
Euploea algea
Hypolimnas alimena
Eurema blanda
Eurema hecabe
Pachliopta liris
Cethosia cydippe
Appias celestina
Danis danis
Verrallina simpla
Jumlah catatan observasi serangga di Maluku per tahun
Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 30 spesies serangga (Insecta) yang tercatat di Maluku dengan total 20.618 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Spesies serangga dengan catatan terbanyak di Maluku adalah Catopsilia pomona dengan 338 catatan observasi. Data ini mencakup observasi dari berbagai sumber termasuk museum, penelitian lapangan, dan citizen science.
Tren pengamatan serangga di Maluku menunjukkan perubahan -4.6% vs 2023 pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.