Memuat peta...
80 titik observasi di Sulawesi Tenggara
Peta LengkapTotal Rekaman
8.657
0.16% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#21
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
-36.1%
2025 vs 2024
Sulawesi Tenggara mencakup lengan tenggara Sulawesi, pulau-pulau besar Buton dan Muna, serta rantai atol Tukang Besi (Wakatobi). Sebagian besar medan terdiri dari platform karang terangkat dan batuan dasar ultramafik yang mendukung vegetasi khusus.
Dengan 8.657 rekaman observasi, Sulawesi Tenggara masih tergolong provinsi yang belum tersurvei secara optimal. Diperlukan lebih banyak ekspedisi lapangan dan program citizen science untuk mengungkap kekayaan hayati yang sesungguhnya. Sayangnya, jumlah ini 82% di bawah rata-rata nasional per provinsi, mengindikasikan perlunya peningkatan upaya dokumentasi.
Kelompok Ikan memimpin dokumentasi di Sulawesi Tenggara dengan 52% rekaman, namun kontribusi kelompok takson lainnya juga cukup signifikan. Kelompok lain yang menonjol meliputi Reptil, Serangga, Amfibi. Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Tokek rumah dengan 120 rekaman.
Aktivitas survei dan dokumentasi di Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan signifikan sebesar 51% dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini kemungkinan didorong oleh meningkatnya partisipasi dalam program citizen science dan ekspedisi penelitian terstruktur. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2024 dengan 1.348 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1899 hingga 2026, mencakup 127 tahun observasi. Secara biogeografis, Sulawesi Tenggara terletak di sebelah timur Garis Wallace, wilayah transisi yang menampung fauna dengan karakter Australasia. Posisi ini menjadikan provinsi ini memiliki potensi endemisme yang sangat tinggi dan komposisi spesies yang berbeda dari Jawa atau Sumatera.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di Sulawesi Tenggara
Data rekaman keanekaragaman hayati di Sulawesi Tenggara tersedia dari tahun 1899 hingga 2026. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2024 dengan 1.348 rekaman. Dalam periode 2020-2026, total 3.705 rekaman telah dikumpulkan.
Foto bersumber dari berbagai kontributor. Hak cipta milik masing-masing fotografer. Lisensi bervariasi per foto.
Sulawesi Tenggara memiliki 8.657 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-21 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Ikan memiliki jumlah rekaman tertinggi di Sulawesi Tenggara. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Sulawesi.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di Sulawesi Tenggara. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk Sulawesi Tenggara mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di Sulawesi Tenggara, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Sulawesi.