Memuat peta...
80 titik observasi di Sulawesi Tengah
Peta LengkapTotal Rekaman
27.774
0.51% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#12
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
+18.1%
2025 vs 2024
Sulawesi Tengah adalah provinsi terbesar di Sulawesi, mencakup badan utama dan lengan timur pulau. Patahan Palu-Koro menciptakan lembah rift yang dramatis, sementara Danau Lindu dan Danau Poso terletak di cekungan tektonik yang dikelilingi hutan pegunungan yang lebat.
Sulawesi Tengah memiliki 27.774 rekaman observasi keanekaragaman hayati dalam basis data GBIF. Jumlah ini mencerminkan upaya dokumentasi yang moderat di wilayah tersebut.
Kelompok Serangga memimpin dokumentasi di Sulawesi Tengah dengan 51% rekaman, namun kontribusi kelompok takson lainnya juga cukup signifikan. Kelompok lain yang menonjol meliputi Tumbuhan. Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Kodok-buduk sulawesi dengan 408 rekaman.
Aktivitas survei dan dokumentasi di Sulawesi Tengah mengalami peningkatan signifikan sebesar 243% dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini kemungkinan didorong oleh meningkatnya partisipasi dalam program citizen science dan ekspedisi penelitian terstruktur. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2025 dengan 7.304 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1895 hingga 2026, mencakup 131 tahun observasi. Secara biogeografis, Sulawesi Tengah terletak di sebelah timur Garis Wallace, wilayah transisi yang menampung fauna dengan karakter Australasia. Posisi ini menjadikan provinsi ini memiliki potensi endemisme yang sangat tinggi dan komposisi spesies yang berbeda dari Jawa atau Sumatera.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di Sulawesi Tengah
| # | Spesies | Rekaman |
|---|---|---|
| 1 | Ingerophrynus celebensis | 408 |
| 2 | Cepora timnatha | 198 |
| 3 | Hemidactylus platyurus | 187 |
| 4 | Chalcorana mocquardi | 176 |
| 5 | Appias zarinda | 160 |
| 6 | Charaxes nitebis | 158 |
| 7 | Graphium milon | 154 |
| 8 | Nepenthes maxima | 141 |
| 9 | Euploea algea | 134 |
| 10 | Faunis menado | 133 |
| 11 | Pareronia tritaea | 130 |
| 12 | Charaxes affinis | 130 |
| 13 | Graphium eurypylus | 127 |
| 14 | Hypolycaena sipylus | 121 |
| 15 | Catopsilia pomona | 118 |
| 16 | Hylarana celebensis | 118 |
| 17 | Emoia caeruleocauda | 117 |
| 18 | Rousettus celebensis | 116 |
| 19 | Papilio peranthus | 113 |
| 20 | Cyrtodactylus jellesmae | 109 |
Data rekaman keanekaragaman hayati di Sulawesi Tengah tersedia dari tahun 1895 hingga 2026. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2025 dengan 7.304 rekaman. Dalam periode 2020-2026, total 18.661 rekaman telah dikumpulkan.
Foto bersumber dari berbagai kontributor. Hak cipta milik masing-masing fotografer. Lisensi bervariasi per foto.
Sulawesi Tengah memiliki 27.774 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-12 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Serangga memiliki jumlah rekaman tertinggi di Sulawesi Tengah. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Sulawesi.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di Sulawesi Tengah. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk Sulawesi Tengah mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di Sulawesi Tengah, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Sulawesi.