Memuat peta...
80 titik observasi di Sulawesi Selatan
Peta LengkapTotal Rekaman
15.350
0.28% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#13
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
-31.6%
2025 vs 2024
Sulawesi Selatan menempati semenanjung barat daya Sulawesi, menampilkan lanskap karst Maros-Pangkep yang luas, sistem dataran banjir Danau Tempe-Sidenreng yang besar, dan dataran tinggi Tana Toraja yang naik hingga lebih dari 2.800 m di Gunung Rantemario.
Sulawesi Selatan memiliki 15.350 rekaman observasi keanekaragaman hayati dalam basis data GBIF. Jumlah ini mencerminkan upaya dokumentasi yang moderat di wilayah tersebut. Sayangnya, jumlah ini 69% di bawah rata-rata nasional per provinsi, mengindikasikan perlunya peningkatan upaya dokumentasi.
Kelompok Serangga memimpin dokumentasi di Sulawesi Selatan dengan 41% rekaman, namun kontribusi kelompok takson lainnya juga cukup signifikan. Kelompok lain yang menonjol meliputi Reptil, Burung, Tumbuhan. Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Tokek rumah dengan 292 rekaman.
Aktivitas survei dan dokumentasi di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan signifikan sebesar 80% dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini kemungkinan didorong oleh meningkatnya partisipasi dalam program citizen science dan ekspedisi penelitian terstruktur. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2024 dengan 2.844 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1895 hingga 2026, mencakup 131 tahun observasi. Secara biogeografis, Sulawesi Selatan terletak di sebelah timur Garis Wallace, wilayah transisi yang menampung fauna dengan karakter Australasia. Posisi ini menjadikan provinsi ini memiliki potensi endemisme yang sangat tinggi dan komposisi spesies yang berbeda dari Jawa atau Sumatera.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di Sulawesi Selatan
Data rekaman keanekaragaman hayati di Sulawesi Selatan tersedia dari tahun 1895 hingga 2026. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2024 dengan 2.844 rekaman. Dalam periode 2020-2026, total 7.770 rekaman telah dikumpulkan.
Foto bersumber dari berbagai kontributor. Hak cipta milik masing-masing fotografer. Lisensi bervariasi per foto.
Sulawesi Selatan memiliki 15.350 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-13 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Serangga memiliki jumlah rekaman tertinggi di Sulawesi Selatan. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Sulawesi.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di Sulawesi Selatan. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk Sulawesi Selatan mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di Sulawesi Selatan, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Sulawesi.