Kelas Reptilia · Pulau Sulawesi
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Sulawesi Utara
0%
dari 64.824 catatan total
Tren Tahunan
+0%
N/A
Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi di Pulau Sulawesi yang menyimpan kekayaan reptil (Reptilia) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 293 catatan observasi reptil di provinsi ini, yang mewakili sekitar 0 spesies berbeda.
Indonesia memiliki kekayaan reptil yang luar biasa, termasuk Komodo sebagai kadal terbesar di dunia dan berbagai spesies ular, kura-kura, serta buaya. Hutan hujan tropis dan ekosistem pesisir menyediakan habitat ideal bagi ratusan spesies reptil endemik. Penemuan spesies baru masih terus terjadi, terutama di kawasan timur Indonesia yang belum banyak disurvei.
Berdasarkan jumlah catatan observasi
Jumlah catatan observasi reptil di Sulawesi Utara per tahun
Data tren temporal belum tersedia
Ahaetulla prasina
Foto: Timothy E Myer
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Ahaetulla prasina
Foto: Timothy E Myer
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Ahaetulla prasina
Foto: Timothy E Myer
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Ahaetulla prasina
Foto: Timothy E Myer
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Ahaetulla prasina
Foto: Timothy E Myer
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Laticauda colubrina
Foto: Timothy E Myer
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Malayopython reticulatus
Foto: Paul Parkyn
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Draco spilonotus
Foto: Timothy E Myer
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 0 spesies reptil (Reptilia) yang tercatat di Sulawesi Utara dengan total 293 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Data spesies teratas belum tersedia saat ini. Silakan cek kembali nanti untuk pembaruan data.
Tren pengamatan reptil di Sulawesi Utara menunjukkan perubahan N/A pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.