Memuat peta...
80 titik observasi di Sulawesi Utara
Peta LengkapTotal Rekaman
62.723
1.16% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#7
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
-30.0%
2025 vs 2024
Sulawesi Utara membentuk lengan timur laut Sulawesi, sebuah semenanjung vulkanik sempit yang diapit oleh Laut Sulawesi di utara dan Laut Maluku di timur. Gunung berapi aktif termasuk Lokon dan Klabat mendominasi lanskap, dan perairan lepas pantai mencapai kedalaman abyssal.
Dengan 62.723 rekaman observasi, Sulawesi Utara termasuk dalam kategori provinsi dengan dokumentasi keanekaragaman hayati yang cukup tinggi di Indonesia. Basis data yang substansial ini memberikan gambaran yang memadai tentang kehidupan liar di wilayah tersebut.
Dokumentasi di Sulawesi Utara didominasi oleh kelompok Ikan yang mencakup 60% dari seluruh rekaman. Dominasi ini mungkin mencerminkan fokus penelitian tertentu atau kelimpahan alami kelompok tersebut di wilayah ini. Kelompok Serangga menempati posisi kedua dengan 6.853 rekaman (16%). Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Yaki dengan 349 rekaman.
Aktivitas dokumentasi di Sulawesi Utara relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan konsistensi dalam upaya pemantauan keanekaragaman hayati. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2023 dengan 11.669 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1895 hingga 2026, mencakup 131 tahun observasi. Secara biogeografis, Sulawesi Utara terletak di sebelah timur Garis Wallace, wilayah transisi yang menampung fauna dengan karakter Australasia. Posisi ini menjadikan provinsi ini memiliki potensi endemisme yang sangat tinggi dan komposisi spesies yang berbeda dari Jawa atau Sumatera.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di Sulawesi Utara
| # | Spesies | Rekaman |
|---|---|---|
| 1 | Macaca nigra | 349 |
| 2 | Pteraeolidia semperi | 297 |
| 3 | Chromodoris annae | 289 |
| 4 | Antennarius pictus | 245 |
| 5 | Solenostomus paradoxus | 244 |
| 6 | Ascarosepion latimanus | 242 |
| 7 | Pterapogon kauderni | 236 |
| 8 | Halgerda batangas | 232 |
| 9 | Amphiprion clarkii | 230 |
| 10 | Tarsius spectrumgurskyae | 229 |
| 11 | Amphioctopus marginatus | 222 |
| 12 | Chromodoris lochi | 216 |
| 13 | Chelonia mydas | 214 |
| 14 | Hippocampus bargibanti | 214 |
| 15 | Rhinomuraena quaesita | 207 |
| 16 | Hypselodoris tryoni | 201 |
| 17 | Limnonectes modestus | 189 |
| 18 | Phyllidia ocellata | 188 |
| 19 | Ailurops ursinus | 183 |
| 20 | Dendrochirus zebra | 175 |
Data rekaman keanekaragaman hayati di Sulawesi Utara tersedia dari tahun 1895 hingga 2026. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2023 dengan 11.669 rekaman. Dalam periode 2020-2026, total 34.407 rekaman telah dikumpulkan.
Foto bersumber dari berbagai kontributor. Hak cipta milik masing-masing fotografer. Lisensi bervariasi per foto.
Sulawesi Utara memiliki 62.723 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-7 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Ikan memiliki jumlah rekaman tertinggi di Sulawesi Utara. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Sulawesi.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di Sulawesi Utara. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk Sulawesi Utara mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di Sulawesi Utara, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Sulawesi.