Memuat peta...
80 titik observasi di Sulawesi Utara
Peta LengkapTotal Rekaman
64.377
1.19% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#7
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
-30.8%
2025 vs 2024
Sulawesi Utara membentuk lengan timur laut Sulawesi, sebuah semenanjung vulkanik sempit yang diapit oleh Laut Sulawesi di utara dan Laut Maluku di timur. Gunung berapi aktif termasuk Lokon dan Klabat mendominasi lanskap, dan perairan lepas pantai mencapai kedalaman abyssal.
Dengan 64.377 rekaman observasi, Sulawesi Utara termasuk dalam kategori provinsi dengan dokumentasi keanekaragaman hayati yang cukup tinggi di Indonesia. Basis data yang substansial ini memberikan gambaran yang memadai tentang kehidupan liar di wilayah tersebut.
Kelompok Ikan memimpin dokumentasi di Sulawesi Utara dengan 60% rekaman, namun kontribusi kelompok takson lainnya juga cukup signifikan. Kelompok lain yang menonjol meliputi Serangga, Burung. Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Yaki dengan 362 rekaman.
Tren dokumentasi di Sulawesi Utara menunjukkan peningkatan sebesar 12% dalam beberapa tahun terakhir, mengindikasikan meningkatnya perhatian terhadap keanekaragaman hayati di wilayah ini. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2023 dengan 11.811 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1895 hingga 2026, mencakup 131 tahun observasi. Secara biogeografis, Sulawesi Utara terletak di sebelah timur Garis Wallace, wilayah transisi yang menampung fauna dengan karakter Australasia. Posisi ini menjadikan provinsi ini memiliki potensi endemisme yang sangat tinggi dan komposisi spesies yang berbeda dari Jawa atau Sumatera.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di Sulawesi Utara
| # | Spesies | Rekaman |
|---|---|---|
| 1 | Macaca nigra | 362 |
| 2 | Pteraeolidia semperi | 312 |
| 3 | Chromodoris annae | 307 |
| 4 | Solenostomus paradoxus | 250 |
| 5 | Ascarosepion latimanus | 248 |
| 6 | Antennarius pictus | 247 |
| 7 | Halgerda batangas | 242 |
| 8 | Pterapogon kauderni | 241 |
| 9 | Tarsius spectrumgurskyae | 239 |
| 10 | Amphiprion clarkii | 236 |
| 11 | Hippocampus bargibanti | 229 |
| 12 | Amphioctopus marginatus | 228 |
| 13 | Chelonia mydas | 224 |
| 14 | Chromodoris lochi | 224 |
| 15 | Rhinomuraena quaesita | 214 |
| 16 | Hypselodoris tryoni | 209 |
| 17 | Phyllidia ocellata | 197 |
| 18 | Ailurops ursinus | 194 |
| 19 | Limnonectes modestus | 189 |
| 20 | Actenoides monachus | 189 |
Data rekaman keanekaragaman hayati di Sulawesi Utara tersedia dari tahun 1895 hingga 2026. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2023 dengan 11.811 rekaman. Dalam periode 2020-2026, total 35.820 rekaman telah dikumpulkan.
Foto bersumber dari berbagai kontributor. Hak cipta milik masing-masing fotografer. Lisensi bervariasi per foto.
Sulawesi Utara memiliki 64.377 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-7 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Ikan memiliki jumlah rekaman tertinggi di Sulawesi Utara. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Sulawesi.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di Sulawesi Utara. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk Sulawesi Utara mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di Sulawesi Utara, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Sulawesi.