Family Scincidae
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.
42 titik observasi Emoia jakati di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.

Foto: Светлана Царахова | http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/
Otoritas penamaan: (Kopstein, 1926) (1926)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): LC Risiko Rendah
Dipublikasikan dalam: Kopstein, P. F. Reptilien von den Molukken und den benachbarten Inseln.
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
+0%
+66.7% vs 2025
Jakati Emoia (Emoia jakati) termasuk dalam famili Scincidae, kelas Squamata. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 93 kali di Indonesia, tersebar di 2 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1923.
Papua Barat merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 35 catatan (37.6% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Emoia jakati menunjukkan peningkatan signifikan (+67%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1923.
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Emoia jakati dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Lygosoma jakati | Kopstein, 1926 | SYNONYM |
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Papua Barat | 35 | 37.6% |
| 2 | Papua | 8 | 8.6% |
Jumlah catatan observasi Emoia jakati di Indonesia per tahun
Emoia jakati
Foto: Светлана Царахова
http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/Emoia jakati
Foto: Светлана Царахова
http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/Emoia jakati
Foto: Светлана Царахова
http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/Emoia jakati
Foto: louvanhaeren
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Emoia jakati
Foto: nuujaka
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/Emoia jakati
Foto: nuujaka
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/Emoia jakati
Foto: nuujaka
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/Emoia jakati
Foto: Tom Kirschey
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Emoia jakati
Foto: Tom Kirschey
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Emoia jakati
Foto: Tom Kirschey
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Emoia jakati
Foto: Tom Kirschey
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Emoia jakati
Foto: Tom Kirschey
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Jakati Emoia | Inggris | Catalogue of Life |
| Kopstein's Emo Skink | Inggris | Catalogue of Life |
| Kopstein's Emoia | Inggris | Integrated Taxonomic Information System (ITIS) |
| Kopstein's Skink | Inggris | Integrated Taxonomic Information System (ITIS) |
| Papua Five-striped Skink | Inggris | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 93 observasi, Papua Barat adalah provinsi dengan catatan Jakati Emoia (Emoia jakati) terbanyak — 35 observasi (37.6% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 2 provinsi.
Catatan pertama Jakati Emoia (Emoia jakati) di Indonesia tercatat pada tahun 1923. Hingga kini terdapat 93 catatan dari 2 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Jakati Emoia (Emoia jakati) berstatus "Risiko Rendah" (kode LC). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Ya, Emoia jakati memiliki 1 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Lygosoma jakati. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Emoia jakati diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Class Squamata, Family Scincidae, Genus Emoia. Spesies ini dideskripsikan oleh (Kopstein, 1926).