Family Cyprinidae · Order Cypriniformes
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.

Foto: Ahsan al hidayat | http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/
Otoritas penamaan: (Heckel, 1843) (1843)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): LC Risiko Rendah
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
-0%
-50.0% vs 2017
Lumo (Labiobarbus ocellatus) termasuk dalam famili Cyprinidae, ordo Cypriniformes. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 57 kali di Indonesia, tersebar di 7 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1891.
Sumatera Selatan merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 7 catatan (12.3% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Labiobarbus ocellatus menunjukkan penurunan signifikan (-50%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1891.
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Labiobarbus ocellatus dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Cyrene ocellata | Heckel, 1843 | SYNONYM |
| Dangila microlepis | Bleeker, 1852 | SYNONYM |
| Dangila ocellata | (Heckel, 1843) | SYNONYM |
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Sumatera Selatan | 7 | 12.3% |
| 2 | Kalimantan Tengah | 5 | 8.8% |
| 3 | Kalimantan Barat | 3 | 5.3% |
| 4 | Riau | 2 | 3.5% |
| 5 | Jambi | 2 | 3.5% |
| 6 | Lampung | 1 | 1.8% |
| 7 | Kalimantan Selatan | 1 | 1.8% |
Jumlah catatan observasi Labiobarbus ocellatus di Indonesia per tahun
Labiobarbus ocellatus
Foto: Ahsan al hidayat
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Labiobarbus ocellatus
Foto: Abu Hamas
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/Labiobarbus ocellatus
Foto: Abu Hamas
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Lumo | Indonesia | Catalogue of Life |
| bauk tadung | Indonesia | Catalogue of Life |
| lamba | Indonesia | Catalogue of Life |
| luma | Inggris | Catalogue of Life |
| parmička okoskvrnná | ces | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 57 observasi, Sumatera Selatan adalah provinsi dengan catatan Lumo (Labiobarbus ocellatus) terbanyak — 7 observasi (12.3% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 7 provinsi.
Catatan pertama Lumo (Labiobarbus ocellatus) di Indonesia tercatat pada tahun 1891. Hingga kini terdapat 57 catatan dari 7 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Lumo (Labiobarbus ocellatus) berstatus "Risiko Rendah" (kode LC). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Di Indonesia dan Malaysia, Labiobarbus ocellatus dikenal dengan beberapa nama lokal: Lumo, bauk tadung, lamba. Penamaan dapat berbeda antardaerah dan bahasa.
Ya, Labiobarbus ocellatus memiliki 3 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Cyrene ocellata, Dangila microlepis, Dangila ocellata. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Labiobarbus ocellatus diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Order Cypriniformes, Family Cyprinidae, Genus Labiobarbus. Spesies ini dideskripsikan oleh (Heckel, 1843).
20 titik observasi Labiobarbus ocellatus di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.