Memuat peta...
80 titik observasi di Kalimantan Selatan
Peta LengkapTotal Rekaman
3.374
0.06% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#28
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
+25.1%
2025 vs 2024
Kalimantan Selatan adalah provinsi terkecil di Kalimantan, dibentuk oleh Pegunungan Meratus yang membentang utara-selatan dan lahan basah luas di delta Sungai Barito. Pesisir selatannya berbatasan dengan Laut Jawa dengan hamparan lumpur dan mangrove yang luas.
Dengan 3.374 rekaman observasi, Kalimantan Selatan masih tergolong provinsi yang belum tersurvei secara optimal. Diperlukan lebih banyak ekspedisi lapangan dan program citizen science untuk mengungkap kekayaan hayati yang sesungguhnya. Sayangnya, jumlah ini 93% di bawah rata-rata nasional per provinsi, mengindikasikan perlunya peningkatan upaya dokumentasi.
Komposisi takson di Kalimantan Selatan terdistribusi secara merata, yang menunjukkan dokumentasi yang komprehensif di berbagai kelompok organisme. Setidaknya 7 kelompok takson memiliki representasi yang signifikan, menjadikan provinsi ini sebagai contoh dokumentasi keanekaragaman hayati yang seimbang. Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Tokek rumah dengan 63 rekaman.
Yang perlu diwaspadai, terjadi penurunan 44% dalam volume rekaman di Kalimantan Selatan selama tiga tahun terakhir. Penurunan ini dapat disebabkan oleh berkurangnya pendanaan penelitian, terbatasnya akses lapangan, atau pergeseran prioritas survei. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2021 dengan 403 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1839 hingga 2026, mencakup 187 tahun observasi. Kalimantan Selatan terletak di sebelah barat Garis Wallace, berada dalam zona zoogeografi Oriental dengan kekerabatan fauna yang erat dengan daratan Asia Tenggara.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di Kalimantan Selatan
| # | Spesies | Rekaman |
|---|---|---|
| 1 | Gekko gecko | 63 |
| 2 | Rhipicephalus microplus | 61 |
| 3 | Myotis muricola | 41 |
| 4 | Callosciurus notatus | 40 |
| 5 | Papilio memnon | 37 |
| 6 | Nasalis larvatus | 35 |
| 7 | Pteropus vampyrus | 30 |
| 8 | Hipposideros larvatus | 29 |
| 9 | Ratufa affinis | 24 |
| 10 | Papilio polytes | 23 |
| 11 | Rattus tiomanicus | 22 |
| 12 | Tragulus napu | 22 |
| 13 | Sus barbatus | 21 |
| 14 | Maxomys surifer | 19 |
| 15 | Neurothemis terminata | 17 |
| 16 | Bronchocela cristatella | 16 |
| 17 | Fejervarya cancrivora | 15 |
| 18 | Varanus salvator | 14 |
| 19 | Todiramphus chloris | 14 |
| 20 | Euploea mulciber | 14 |
Data rekaman keanekaragaman hayati di Kalimantan Selatan tersedia dari tahun 1839 hingga 2026. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2021 dengan 403 rekaman. Dalam periode 2020-2026, total 1.198 rekaman telah dikumpulkan.
Foto bersumber dari berbagai kontributor. Hak cipta milik masing-masing fotografer. Lisensi bervariasi per foto.
Kalimantan Selatan memiliki 3.374 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-28 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Mamalia memiliki jumlah rekaman tertinggi di Kalimantan Selatan. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Kalimantan.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di Kalimantan Selatan. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk Kalimantan Selatan mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di Kalimantan Selatan, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Kalimantan.