Memuat peta...
80 titik observasi di DKI Jakarta
Peta LengkapTotal Rekaman
12.850
0.23% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#17
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
+53.9%
2025 vs 2024
DKI Jakarta adalah metropolis pesisir dataran rendah yang dibangun di atas dataran aluvial di muara tiga belas sungai yang mengalir ke Laut Jawa. Di lepas pantai, gugusan Kepulauan Seribu dengan 110 pulau karang membentang ke utara.
DKI Jakarta memiliki 12.850 rekaman observasi keanekaragaman hayati dalam basis data GBIF. Jumlah ini mencerminkan upaya dokumentasi yang moderat di wilayah tersebut. Sayangnya, jumlah ini 75% di bawah rata-rata nasional per provinsi, mengindikasikan perlunya peningkatan upaya dokumentasi.
Komposisi takson di DKI Jakarta menunjukkan variasi yang menarik. Burung memiliki jumlah rekaman tertinggi dengan 4.607 catatan, diikuti oleh kelompok-kelompok lain yang berkontribusi secara proporsional. Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Biawak air dengan 336 rekaman.
Aktivitas survei dan dokumentasi di DKI Jakarta mengalami peningkatan signifikan sebesar 205% dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini kemungkinan didorong oleh meningkatnya partisipasi dalam program citizen science dan ekspedisi penelitian terstruktur. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2025 dengan 2.442 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1770 hingga 2026, mencakup 256 tahun observasi. DKI Jakarta terletak di sebelah barat Garis Wallace, berada dalam zona zoogeografi Oriental dengan kekerabatan fauna yang erat dengan daratan Asia Tenggara.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di DKI Jakarta
| # | Spesies | Rekaman |
|---|---|---|
| 1 | Varanus salvator | 336 |
| 2 | Ardeola speciosa | 258 |
| 3 | Pycnonotus aurigaster | 243 |
| 4 | Gekko gecko | 221 |
| 5 | Spilopelia chinensis | 215 |
| 6 | Calotes versicolor | 200 |
| 7 | Passer montanus | 172 |
| 8 | Duttaphrynus melanostictus | 126 |
| 9 | Psittacula alexandri | 125 |
| 10 | Catopsilia pomona | 115 |
| 11 | Anhinga melanogaster | 113 |
| 12 | Felis catus | 110 |
| 13 | Anas gibberifrons | 110 |
| 14 | Ardea cinerea | 108 |
| 15 | Hypolimnas bolina | 99 |
| 16 | Oecophylla smaragdina | 96 |
| 17 | Delias hyparete | 96 |
| 18 | Pycnonotus goiavier | 91 |
| 19 | Treron vernans | 91 |
| 20 | Junonia hedonia | 91 |
Data rekaman keanekaragaman hayati di DKI Jakarta tersedia dari tahun 1770 hingga 2026. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2025 dengan 2.442 rekaman. Dalam periode 2020-2026, total 8.678 rekaman telah dikumpulkan.
Foto bersumber dari berbagai kontributor. Hak cipta milik masing-masing fotografer. Lisensi bervariasi per foto.
DKI Jakarta memiliki 12.850 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-17 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Burung memiliki jumlah rekaman tertinggi di DKI Jakarta. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Jawa.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di DKI Jakarta. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk DKI Jakarta mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di DKI Jakarta, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Jawa.