Kelas Reptilia · Pulau Maluku
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Maluku Utara
0%
dari 10.308 catatan total
Tren Tahunan
-0%
-81.8% vs 2025
Maluku Utara merupakan salah satu provinsi di Pulau Maluku yang menyimpan kekayaan reptil (Reptilia) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 14 catatan observasi reptil di provinsi ini, yang mewakili sekitar 3 spesies berbeda.
Indonesia memiliki kekayaan reptil yang luar biasa, termasuk Komodo sebagai kadal terbesar di dunia dan berbagai spesies ular, kura-kura, serta buaya. Hutan hujan tropis dan ekosistem pesisir menyediakan habitat ideal bagi ratusan spesies reptil endemik. Penemuan spesies baru masih terus terjadi, terutama di kawasan timur Indonesia yang belum banyak disurvei.
Berdasarkan jumlah catatan observasi
Jumlah catatan observasi reptil di Maluku Utara per tahun
Gekko vittatus
Foto: ferilfr
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Tropidonophis halmahericus
Foto: Cheongweei Gan
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/Tropidonophis halmahericus
Foto: Cheongweei Gan
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/Lamprolepis smaragdina
Foto: Arief Zanetta
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Lamprolepis smaragdina
Foto: Arief Zanetta
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Malayopython reticulatus
Foto: Andi Rivai
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Malayopython reticulatus
Foto: Andi Rivai
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Malayopython reticulatus
Foto: Andi Rivai
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 3 spesies reptil (Reptilia) yang tercatat di Maluku Utara dengan total 14 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Spesies reptil dengan catatan terbanyak di Maluku Utara adalah Eretmochelys imbricata dengan 5 catatan observasi. Data ini mencakup observasi dari berbagai sumber termasuk museum, penelitian lapangan, dan citizen science.
Tren pengamatan reptil di Maluku Utara menunjukkan perubahan -81.8% vs 2025 pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.