Kelas Reptilia · Pulau Maluku
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Maluku
0%
dari 243.082 catatan total
Tren Tahunan
+0%
+0.0% vs 2022
Maluku merupakan salah satu provinsi di Pulau Maluku yang menyimpan kekayaan reptil (Reptilia) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 2.808 catatan observasi reptil di provinsi ini, yang mewakili sekitar 6 spesies berbeda.
Indonesia memiliki kekayaan reptil yang luar biasa, termasuk Komodo sebagai kadal terbesar di dunia dan berbagai spesies ular, kura-kura, serta buaya. Hutan hujan tropis dan ekosistem pesisir menyediakan habitat ideal bagi ratusan spesies reptil endemik. Penemuan spesies baru masih terus terjadi, terutama di kawasan timur Indonesia yang belum banyak disurvei.
Berdasarkan jumlah catatan observasi
Jumlah catatan observasi reptil di Maluku per tahun
Gekko vittatus
Foto: mfathni
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Varanus indicus
Foto: mfathni
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Cryptoblepharus virgatus
Foto: mfathni
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Cryptoblepharus virgatus
Foto: mfathni
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Cryptoblepharus virgatus
Foto: mfathni
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Cryptoblepharus virgatus
Foto: mfathni
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Cryptoblepharus virgatus
Foto: mfathni
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Lamprolepis smaragdina
Foto: mfathni
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 6 spesies reptil (Reptilia) yang tercatat di Maluku dengan total 2.808 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Spesies reptil dengan catatan terbanyak di Maluku adalah Eretmochelys imbricata dengan 26 catatan observasi. Data ini mencakup observasi dari berbagai sumber termasuk museum, penelitian lapangan, dan citizen science.
Tren pengamatan reptil di Maluku menunjukkan perubahan +0.0% vs 2022 pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.