Memuat peta...
80 titik observasi di Nusa Tenggara Timur
Peta LengkapTotal Rekaman
35.815
0.66% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#8
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
-34.8%
2025 vs 2024
Nusa Tenggara Timur mencakup pulau-pulau Flores, Sumba, Timor (bagian barat), dan puluhan pulau kecil lainnya di wilayah terkering Indonesia. Monsun musiman menciptakan lanskap semi-kering di Timor dan Sumba, sementara Flores mempertahankan hutan vulkanik yang lebih basah.
Nusa Tenggara Timur memiliki 35.815 rekaman observasi keanekaragaman hayati dalam basis data GBIF. Jumlah ini mencerminkan upaya dokumentasi yang moderat di wilayah tersebut.
Komposisi takson di Nusa Tenggara Timur menunjukkan variasi yang menarik. Ikan memiliki jumlah rekaman tertinggi dengan 10.279 catatan, diikuti oleh kelompok-kelompok lain yang berkontribusi secara proporsional. Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Varanus komodoensis dengan 816 rekaman.
Aktivitas survei dan dokumentasi di Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan signifikan sebesar 109% dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini kemungkinan didorong oleh meningkatnya partisipasi dalam program citizen science dan ekspedisi penelitian terstruktur. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2024 dengan 6.512 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1803 hingga 2026, mencakup 223 tahun observasi. Secara biogeografis, Nusa Tenggara Timur terletak di sebelah timur Garis Wallace, wilayah transisi yang menampung fauna dengan karakter Australasia. Posisi ini menjadikan provinsi ini memiliki potensi endemisme yang sangat tinggi dan komposisi spesies yang berbeda dari Jawa atau Sumatera.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di Nusa Tenggara Timur
| # | Spesies | Rekaman |
|---|---|---|
| 1 | Varanus komodoensis | 816 |
| 2 | Macroglossus minimus | 374 |
| 3 | Rusa timorensis | 289 |
| 4 | Gekko gecko | 219 |
| 5 | Sphenomorphus melanopogon | 215 |
| 6 | Rattus exulans | 202 |
| 7 | Draco boschmai | 202 |
| 8 | Orthetrum sabina | 197 |
| 9 | Trimeresurus insularis | 197 |
| 10 | Rattus rattus | 188 |
| 11 | Eucalyptus urophylla | 180 |
| 12 | Lamprolepis smaragdina | 177 |
| 13 | Mobula alfredi | 167 |
| 14 | Diplacodes trivialis | 151 |
| 15 | Amphiprion clarkii | 148 |
| 16 | Eretmochelys imbricata | 143 |
| 17 | Macaca fascicularis | 136 |
| 18 | Draco timoriensis | 129 |
| 19 | Haliaeetus leucogaster | 124 |
| 20 | Chelonia mydas | 113 |
Data rekaman keanekaragaman hayati di Nusa Tenggara Timur tersedia dari tahun 1803 hingga 2026. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2024 dengan 6.512 rekaman. Dalam periode 2020-2026, total 16.719 rekaman telah dikumpulkan.
Foto bersumber dari berbagai kontributor. Hak cipta milik masing-masing fotografer. Lisensi bervariasi per foto.
Nusa Tenggara Timur memiliki 35.815 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-8 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Ikan memiliki jumlah rekaman tertinggi di Nusa Tenggara Timur. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Bali & Nusa Tenggara.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di Nusa Tenggara Timur. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk Nusa Tenggara Timur mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di Nusa Tenggara Timur, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Bali & Nusa Tenggara.