(Figure 11 A; Windsor Nature Park)
Sumber: Singapore’s herpetofauna: updated and annotated checklist, history, conservation, and distribution
Family Agamidae
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.

Foto: Figueroa, Alex;Low, Martyn E. Y.;Lim, Kelvin K. P.
Otoritas penamaan: Boulenger, 1887 (1887)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): LC Risiko Rendah
Dipublikasikan dalam: Boulenger, G. A. Catalogue of the lizards in the British Museum (Nat. Hist.) III. Lacertidae, Gerrhosauridae, Scincidae, Anelytropsidae, Dibamidae, Chamaeleontidae.
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
-0%
-62.5% vs 2024
Black-barbed Flying Dragon (Draco melanopogon) termasuk dalam famili Agamidae, kelas Squamata. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 228 kali di Indonesia, tersebar di 9 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1899.
Sumatera Barat merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 44 catatan (19.3% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Draco melanopogon menunjukkan penurunan signifikan (-63%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1899.
Catatan deskriptif tentang Draco melanopogon dari sumber literatur primer (via GBIF).
(Figure 11 A; Windsor Nature Park)
Sumber: Singapore’s herpetofauna: updated and annotated checklist, history, conservation, and distribution
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Draco melanopogon dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Draco nigriappendiculatus | Bartlett, 1894 | SYNONYM |
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Sumatera Barat | 44 | 19.3% |
| 2 | Sumatera Utara | 26 | 11.4% |
| 3 | Bengkulu | 15 | 6.6% |
| 4 | Aceh | 13 | 5.7% |
| 5 | Lampung | 4 | 1.8% |
| 6 | Kalimantan Barat | 3 | 1.3% |
| 7 | Jambi | 2 | 0.9% |
| 8 | Kalimantan Timur | 2 | 0.9% |
| 9 | Jawa Barat | 1 | 0.4% |
Jumlah catatan observasi Draco melanopogon di Indonesia per tahun
Draco melanopogon
Foto: Figueroa, Alex;Low, Martyn E. Y.;Lim, Kelvin K. P.
| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Black-barbed Flying Dragon | Inggris | Catalogue of Life |
| Black-barbed flying dragon | Inggris | The Paleobiology Database |
| Black-bearded Gliding Lizard | Inggris | Catalogue of Life |
| Schwarzbart-Flugdrache | Jerman | Catalogue of Life |
| Sortskægget Svæveagam | dan | Catalogue of Life |
| กิ้งก่าบินคอดำ | tha | Catalogue of Life |
| 黑翅飛蜥 | Mandarin | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 228 observasi, Sumatera Barat adalah provinsi dengan catatan Black-barbed Flying Dragon (Draco melanopogon) terbanyak — 44 observasi (19.3% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 9 provinsi.
Catatan pertama Black-barbed Flying Dragon (Draco melanopogon) di Indonesia tercatat pada tahun 1899. Hingga kini terdapat 228 catatan dari 9 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Black-barbed Flying Dragon (Draco melanopogon) berstatus "Risiko Rendah" (kode LC). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Ya, Draco melanopogon memiliki 1 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Draco nigriappendiculatus. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Draco melanopogon diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Class Squamata, Family Agamidae, Genus Draco. Spesies ini dideskripsikan oleh Boulenger, 1887.
109 titik observasi Draco melanopogon di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.