Memuat peta...
80 titik observasi di Aceh
Peta LengkapTotal Rekaman
26.732
0.50% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#16
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
-15.3%
2025 vs 2024
Aceh menempati ujung utara Pulau Sumatera dan didominasi oleh pegunungan Bukit Barisan dengan puncak melebihi 3.000 m. Pesisir baratnya menghadap Samudra Hindia, sementara rawa gambut dataran rendah yang luas membentang di sepanjang pantai timur menuju Selat Malaka.
Aceh memiliki 26.732 rekaman observasi keanekaragaman hayati dalam basis data GBIF. Jumlah ini mencerminkan upaya dokumentasi yang moderat di wilayah tersebut.
Dokumentasi di Aceh didominasi oleh kelompok Serangga yang mencakup 73% dari seluruh rekaman. Dominasi ini mungkin mencerminkan fokus penelitian tertentu atau kelimpahan alami kelompok tersebut di wilayah ini. Kelompok Tumbuhan menempati posisi kedua dengan 2.102 rekaman (8%). Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Culex quinquefasciatus dengan 345 rekaman.
Aktivitas survei dan dokumentasi di Aceh mengalami peningkatan signifikan sebesar 214% dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan ini kemungkinan didorong oleh meningkatnya partisipasi dalam program citizen science dan ekspedisi penelitian terstruktur. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 1989 dengan 6.207 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1901 hingga 2026, mencakup 125 tahun observasi. Aceh terletak di sebelah barat Garis Wallace, berada dalam zona zoogeografi Oriental dengan kekerabatan fauna yang erat dengan daratan Asia Tenggara.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di Aceh
| # | Spesies | Rekaman |
|---|---|---|
| 1 | Culex quinquefasciatus | 345 |
| 2 | Pongo abelii | 279 |
| 3 | Neophyllomyza lii | 211 |
| 4 | Culex vishnui | 200 |
| 5 | Culex tritaeniorhynchus | 195 |
| 6 | Onthophagus mexicanus | 158 |
| 7 | Aedes albopictus | 154 |
| 8 | Orthetrum sabina | 128 |
| 9 | Culex sitiens | 108 |
| 10 | Papilio polytes | 98 |
| 11 | Macaca fascicularis | 98 |
| 12 | Presbytis thomasi | 97 |
| 13 | Myzomyia rossii | 97 |
| 14 | Duttaphrynus melanostictus | 78 |
| 15 | Hypolimnas bolina | 77 |
| 16 | Onthophagus angustatus | 76 |
| 17 | Onthophagus ventralis | 74 |
| 18 | Junonia orithya | 72 |
| 19 | Acraea terpsicore | 71 |
| 20 | Culex gelidus | 71 |
Data rekaman keanekaragaman hayati di Aceh tersedia dari tahun 1901 hingga 2026. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 1989 dengan 6.207 rekaman. Dalam periode 2020-2026, total 6.469 rekaman telah dikumpulkan.
Foto bersumber dari berbagai kontributor. Hak cipta milik masing-masing fotografer. Lisensi bervariasi per foto.
Aceh memiliki 26.732 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-16 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Serangga memiliki jumlah rekaman tertinggi di Aceh. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Sumatera.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di Aceh. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk Aceh mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di Aceh, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Sumatera.