Family Zingiberaceae · Order Zingiberales
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.

Foto: Hani Ristiawan | http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/
Otoritas penamaan: (Blume) K.Schum.
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): NT Hampir Terancam
Dipublikasikan dalam: H.G.A.Engler (ed.), Pflanzenr., IV, 46: 200 (1904)
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
-0%
-75.0% vs 2006
Hornstedtia paludosa (Hornstedtia paludosa) termasuk dalam famili Zingiberaceae, ordo Zingiberales, kelas Liliopsida. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 49 kali di Indonesia, tersebar di 3 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1888.
Sumatera Barat merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 4 catatan (8.2% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Hornstedtia paludosa menunjukkan penurunan signifikan (-75%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1888.
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Hornstedtia paludosa dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Alpinia paludosa | (Blume) D.Dietr. | SYNONYM |
| Amomum paludosum | (Blume) K.Schum. | SYNONYM |
| Cardamomum palludosum | (Blume) Kuntze | SYNONYM |
| Donacodes paludosa | Blume | SYNONYM |
| Elettaria paludosa | (Blume) Miq. | SYNONYM |
| Zingiber insipidum | Noronha | SYNONYM |
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Sumatera Barat | 4 | 8.2% |
| 2 | Jawa Barat | 3 | 6.1% |
| 3 | Jawa Tengah | 1 | 2.0% |
Jumlah catatan observasi Hornstedtia paludosa di Indonesia per tahun
Hornstedtia paludosa
Foto: Hani Ristiawan
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Hornstedtia paludosa
Foto: Royal Botanic Garden Edinburgh
http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/Hornstedtia paludosa
Hornstedtia paludosa
Foto: Royal Botanic Garden Edinburgh
http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/Hornstedtia paludosa
Hornstedtia paludosa
Foto: Royal Botanic Garden Edinburgh
http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/Hornstedtia paludosa
Hornstedtia paludosa
Foto: Royal Botanic Garden Edinburgh
http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/Hornstedtia paludosa
Hornstedtia paludosa
Foto: Royal Botanic Garden Edinburgh
http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/Hornstedtia paludosa
Hornstedtia paludosa
Foto: Royal Botanic Garden Edinburgh
http://creativecommons.org/publicdomain/zero/1.0/Berdasarkan data 49 observasi, Sumatera Barat adalah provinsi dengan catatan Hornstedtia paludosa (Hornstedtia paludosa) terbanyak — 4 observasi (8.2% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 3 provinsi.
Catatan pertama Hornstedtia paludosa (Hornstedtia paludosa) di Indonesia tercatat pada tahun 1888. Hingga kini terdapat 49 catatan dari 3 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Hornstedtia paludosa (Hornstedtia paludosa) berstatus "Hampir Terancam" (kode NT). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Ya, Hornstedtia paludosa memiliki 6 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Alpinia paludosa, Amomum paludosum, Cardamomum palludosum. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Hornstedtia paludosa diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Plantae, Phylum Tracheophyta, Class Liliopsida, Order Zingiberales, Family Zingiberaceae, Genus Hornstedtia. Spesies ini dideskripsikan oleh (Blume) K.Schum..
14 titik observasi Hornstedtia paludosa di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.