Family Scincidae
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.

Foto: Muhammad Suherman | http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/
Otoritas penamaan: (Müller, 1894) (1894)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): DD Data Kurang
Dipublikasikan dalam: Müller, F. Reptilien und Amphibien aus Celebes.
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
+0%
+0.0% vs 2023
Sulawesi Forest Skink (Sphenomorphus celebensis) termasuk dalam famili Scincidae, kelas Squamata. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 11 kali di Indonesia, tersebar di 3 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1918.
Sulawesi Utara merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 6 catatan (54.5% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Sphenomorphus celebensis relatif stabil pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1918.
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Sphenomorphus celebensis dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Lygosoma celebense | F.Müller, 1894 | SYNONYM |
| Sphenomorphus celebense | (Müeller, 1894) | SYNONYM |
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Sulawesi Utara | 6 | 54.5% |
| 2 | Gorontalo | 3 | 27.3% |
| 3 | Sulawesi Selatan | 1 | 9.1% |
Jumlah catatan observasi Sphenomorphus celebensis di Indonesia per tahun
Sphenomorphus celebensis
Foto: Muhammad Suherman
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sphenomorphus celebensis
Foto: bangun_dp
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sphenomorphus celebensis
Foto: Ria Vogels
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sphenomorphus celebensis
Foto: Ria Vogels
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sphenomorphus celebensis
Foto: Erland Refling Nielsen
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sphenomorphus celebensis
Foto: Tom Kirschey
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sphenomorphus celebensis
Foto: Tom Kirschey
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sphenomorphus celebensis
Foto: Fajar Kaprawi
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sphenomorphus celebensis
Foto: Les Day
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sphenomorphus celebensis
Foto: budak
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sphenomorphus celebensis
Foto: Don Roberson
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Sulawesi Forest Skink | Inggris | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 11 observasi, Sulawesi Utara adalah provinsi dengan catatan Sulawesi Forest Skink (Sphenomorphus celebensis) terbanyak — 6 observasi (54.5% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 3 provinsi.
Catatan pertama Sulawesi Forest Skink (Sphenomorphus celebensis) di Indonesia tercatat pada tahun 1918. Hingga kini terdapat 11 catatan dari 3 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Sulawesi Forest Skink (Sphenomorphus celebensis) berstatus "Data Kurang" (kode DD). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Ya, Sphenomorphus celebensis memiliki 2 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Lygosoma celebense, Sphenomorphus celebense. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Sphenomorphus celebensis diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Class Squamata, Family Scincidae, Genus Sphenomorphus. Spesies ini dideskripsikan oleh (Müller, 1894).
10 titik observasi Sphenomorphus celebensis di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.