Family Scincidae
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.
31 titik observasi Sphenomorphus tropidonotus di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.

Foto: Muh Imam Ramdani | http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/
Otoritas penamaan: (Boulenger, 1897) (1897)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): EN Terancam Punah
Dipublikasikan dalam: Boulenger, G. A. A catalogue of the reptiles and batrachians of Celebes with special reference to the collections made by Drs P & F Sarasin in 1893-1896.
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
+0%
+0.0% vs 2014
Sulawesi Forest Skink (Sphenomorphus tropidonotus) termasuk dalam famili Scincidae, kelas Squamata. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 34 kali di Indonesia, tersebar di 3 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1905.
Sulawesi Tenggara merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 17 catatan (50.0% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Sphenomorphus tropidonotus relatif stabil pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1905.
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Sphenomorphus tropidonotus dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Lygosoma tropidonotus | Boulenger, 1897 | SYNONYM |
| Otosaurus tropidonotus | (Boulenger, 1897) | SYNONYM |
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Sulawesi Tenggara | 17 | 50.0% |
| 2 | Sulawesi Tengah | 14 | 41.2% |
| 3 | Sulawesi Selatan | 2 | 5.9% |
Jumlah catatan observasi Sphenomorphus tropidonotus di Indonesia per tahun
Sphenomorphus tropidonotus
Foto: Muh Imam Ramdani
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sphenomorphus tropidonotus
Foto: Aurélien Bour
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Sphenomorphus tropidonotus
Foto: Aurélien Bour
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Sulawesi Forest Skink | Inggris | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 34 observasi, Sulawesi Tenggara adalah provinsi dengan catatan Sulawesi Forest Skink (Sphenomorphus tropidonotus) terbanyak — 17 observasi (50.0% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 3 provinsi.
Catatan pertama Sulawesi Forest Skink (Sphenomorphus tropidonotus) di Indonesia tercatat pada tahun 1905. Hingga kini terdapat 34 catatan dari 3 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Sulawesi Forest Skink (Sphenomorphus tropidonotus) berstatus "Terancam Punah" (kode EN). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Ya, Sphenomorphus tropidonotus memiliki 2 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Lygosoma tropidonotus, Otosaurus tropidonotus. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Sphenomorphus tropidonotus diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Class Squamata, Family Scincidae, Genus Sphenomorphus. Spesies ini dideskripsikan oleh (Boulenger, 1897).