Memuat peta...
80 titik observasi di Maluku
Peta LengkapTotal Rekaman
241.706
4.48% dari nasional
Estimasi Spesies
20
spesies tercatat
Peringkat Nasional
#2
dari 38 provinsi
Tren Tahunan
-92.1%
2025 vs 2024
Maluku adalah provinsi kepulauan yang luas dengan lebih dari 1.000 pulau yang tersebar di Laut Banda, termasuk Seram, Buru, Ambon, Kepulauan Banda, serta gugusan Kei dan Aru. Medannya bervariasi dari puncak Gunung Binaiya setinggi 3.027 m di Seram hingga atol karang dataran rendah.
Maluku merupakan salah satu hotspot dokumentasi keanekaragaman hayati di Indonesia dengan total 241.706 rekaman observasi. Angka ini menjadikan provinsi ini sebagai wilayah yang sangat terdokumentasi dengan baik dalam basis data GBIF. Volume rekaman ini 5 kali lipat di atas rata-rata nasional per provinsi, menunjukkan intensitas penelitian dan observasi yang sangat tinggi.
Dokumentasi di Maluku didominasi oleh kelompok Burung yang mencakup 81% dari seluruh rekaman. Dominasi ini mungkin mencerminkan fokus penelitian tertentu atau kelimpahan alami kelompok tersebut di wilayah ini. Kelompok Serangga menempati posisi kedua dengan 20.162 rekaman (9%). Total 20 spesies unik telah tercatat di provinsi ini. Spesies paling sering teramati adalah Collocalia esculenta dengan 4.556 rekaman.
Yang perlu diwaspadai, terjadi penurunan 37% dalam volume rekaman di Maluku selama tiga tahun terakhir. Penurunan ini dapat disebabkan oleh berkurangnya pendanaan penelitian, terbatasnya akses lapangan, atau pergeseran prioritas survei. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2023 dengan 40.708 rekaman. Data tersedia dari rentang tahun 1899 hingga 2026, mencakup 127 tahun observasi. Secara biogeografis, Maluku terletak di sebelah timur Garis Wallace, wilayah transisi yang menampung fauna dengan karakter Australasia. Posisi ini menjadikan provinsi ini memiliki potensi endemisme yang sangat tinggi dan komposisi spesies yang berbeda dari Jawa atau Sumatera.
Distribusi rekaman per kelompok takson
Klik nama takson untuk melihat detail spesies per kelompok di Maluku
| # | Spesies | Rekaman |
|---|---|---|
| 1 | Collocalia esculenta | 4.556 |
| 2 | Geoffroyus geoffroyi | 3.852 |
| 3 | Leptocoma sericea | 3.594 |
| 4 | Aplonis metallica | 3.124 |
| 5 | Rhyticeros plicatus | 3.052 |
| 6 | Haliastur indus | 2.838 |
| 7 | Rhipidura leucophrys | 2.698 |
| 8 | Hirundo javanica | 2.332 |
| 9 | Eclectus roratus | 2.298 |
| 10 | Passer montanus | 2.113 |
| 11 | Thapsinillas longirostris | 2.092 |
| 12 | Ducula bicolor | 1.954 |
| 13 | Lalage aurea | 1.800 |
| 14 | Rhipidura rufiventris | 1.752 |
| 15 | Myiagra galeata | 1.722 |
| 16 | Macropygia doreya | 1.659 |
| 17 | Aerodramus vanikorensis | 1.655 |
| 18 | Macropygia amboinensis | 1.623 |
| 19 | Aerodramus infuscatus | 1.573 |
| 20 | Todiramphus chloris | 1.523 |
Data rekaman keanekaragaman hayati di Maluku tersedia dari tahun 1899 hingga 2026. Puncak dokumentasi terjadi pada tahun 2023 dengan 40.708 rekaman. Dalam periode 2020-2026, total 106.689 rekaman telah dikumpulkan.
Foto bersumber dari berbagai kontributor. Hak cipta milik masing-masing fotografer. Lisensi bervariasi per foto.
Maluku memiliki 241.706 rekaman observasi keanekaragaman hayati yang tercatat. Angka ini menempatkan provinsi ini pada peringkat ke-2 secara nasional dari 38 provinsi di Indonesia.
Kelompok Burung memiliki jumlah rekaman tertinggi di Maluku. Dominasi kelompok ini dapat mencerminkan fokus penelitian tertentu, aksesibilitas pengamatan, atau kelimpahan alami di wilayah Maluku.
Berdasarkan data yang terhimpun, terdapat sekitar 20 spesies unik yang telah tercatat di Maluku. Namun perlu dicatat bahwa angka ini kemungkinan jauh di bawah jumlah spesies yang sesungguhnya, karena banyak area yang belum tersurvei secara menyeluruh.
Belum. Data untuk Maluku mencerminkan rekaman yang telah dikumpulkan dan dipublikasikan, bukan inventarisasi lengkap. Banyak area di provinsi ini masih memerlukan survei lebih lanjut, terutama untuk kelompok takson yang kurang terdokumentasi seperti serangga dan mikroorganisme.
Anda dapat berkontribusi melalui platform citizen science seperti iNaturalist. Dengan mengambil foto dan mendokumentasikan spesies yang Anda temui di Maluku, Anda membantu meningkatkan pemahaman tentang biodiversitas di wilayah Maluku.