Kelas Actinopterygii · Pulau Maluku
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Maluku
0%
dari 244.109 catatan total
Tren Tahunan
+0%
+53.2% vs 2025
Maluku merupakan salah satu provinsi di Pulau Maluku yang menyimpan kekayaan ikan (Actinopterygii) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 11.355 catatan observasi ikan di provinsi ini, yang mewakili sekitar 197 spesies berbeda.
Perairan Indonesia yang terletak di jantung Segitiga Terumbu Karang menampung keanekaragaman ikan tertinggi di planet ini, baik air tawar maupun air laut. Danau-danau purba di Sulawesi menyimpan radiasi adaptif ikan-ikan endemik yang menyaingi keunikan Danau Victoria di Afrika. Ancaman penangkapan berlebihan dan kerusakan terumbu karang menjadi tantangan utama konservasi ikan di wilayah ini.
Berdasarkan jumlah catatan observasi
Eleotris fusca
Equulites leuciscus
Chaetodon kleinii
Amphiprion clarkii
Ambassis buruensis
Taenianotus triacanthus
Pentapodus trivittatus
Photopectoralis bindus
Hippocampus histrix
Premnas biaculeatus
Pterois volitans
Pterois antennata
Stiphodon semoni
Paracirrhites forsteri
Arothron nigropunctatus
Thalassoma hardwicke
Odonus niger
Herklotsichthys quadrimaculatus
Aulostomus chinensis
Echidna nebulosa
Balistapus undulatus
Amblyglyphidodon curacao
Zanclus cornutus
Acanthurus nigricans
Halichoeres papilionaceus
Belobranchus belobranchus
Abudefduf vaigiensis
Amphiprion perideraion
Chaetodon vagabundus
Caranx sexfasciatus
Jumlah catatan observasi ikan di Maluku per tahun
Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 197 spesies ikan (Actinopterygii) yang tercatat di Maluku dengan total 11.355 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Spesies ikan dengan catatan terbanyak di Maluku adalah Eleotris fusca dengan 85 catatan observasi. Data ini mencakup observasi dari berbagai sumber termasuk museum, penelitian lapangan, dan citizen science.
Tren pengamatan ikan di Maluku menunjukkan perubahan +53.2% vs 2025 pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.