Kelas Actinopterygii · Pulau Sulawesi
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Sulawesi Utara
0%
dari 71.106 catatan total
Tren Tahunan
-0%
-1.7% vs 2025
Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi di Pulau Sulawesi yang menyimpan kekayaan ikan (Actinopterygii) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 27.676 catatan observasi ikan di provinsi ini, yang mewakili sekitar 178 spesies berbeda.
Perairan Indonesia yang terletak di jantung Segitiga Terumbu Karang menampung keanekaragaman ikan tertinggi di planet ini, baik air tawar maupun air laut. Danau-danau purba di Sulawesi menyimpan radiasi adaptif ikan-ikan endemik yang menyaingi keunikan Danau Victoria di Afrika. Ancaman penangkapan berlebihan dan kerusakan terumbu karang menjadi tantangan utama konservasi ikan di wilayah ini.
Berdasarkan jumlah catatan observasi
Solenostomus paradoxus
Pterapogon kauderni

Amphiprion clarkii
Hippocampus bargibanti
Rhinomuraena quaesita
Dendrochirus zebra

Amphiprion perideraion
Hippocampus kuda
Pterois volitans
Aulostomus chinensis
Cryptocentrus fasciatus
Plotosus lineatus
Arothron nigropunctatus
Dactyloptena orientalis
Canthigaster valentini
Plectorhinchus chaetodonoides
Amphiprion ocellaris

Premnas biaculeatus
Zanclus cornutus
Hippocampus histrix
Dunckerocampus dactyliophorus
Amphiprion polymnus
Ostracion cubicus
Ophichthus altipennis
Solenostomus cyanopterus
Dactylopus kuiteri
Cromileptes altivelis
Arothron mappa
Odonus niger
Taenianotus triacanthus
Jumlah catatan observasi ikan di Sulawesi Utara per tahun
Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 178 spesies ikan (Actinopterygii) yang tercatat di Sulawesi Utara dengan total 27.676 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Spesies ikan dengan catatan terbanyak di Sulawesi Utara adalah Solenostomus paradoxus dengan 280 catatan observasi. Data ini mencakup observasi dari berbagai sumber termasuk museum, penelitian lapangan, dan citizen science.
Tren pengamatan ikan di Sulawesi Utara menunjukkan perubahan -1.7% vs 2025 pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.