Conservation: CITES – Appendix II; IUCN – Lower Risk (lc).
Sumber: Order Scandentia
Family Tupaiidae · Order Scandentia
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.

Foto: Russell A. Mittermeier;Don E. Wilson
Otoritas penamaan: Raffles, 1821 (1821)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): LC Risiko Rendah
Dipublikasikan dalam: Trans. Linn. Soc. Lond. vol.13 p.257
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
+0%
+200.0% vs 2024
Tupai Tanah (Tupaia tana) termasuk dalam famili Tupaiidae, ordo Scandentia, kelas Mammalia. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 166 kali di Indonesia, tersebar di 9 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1848.
Kepulauan Riau merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 11 catatan (6.6% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Tupaia tana menunjukkan peningkatan signifikan (+200%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1848.
Catatan deskriptif tentang Tupaia tana dari sumber literatur primer (via GBIF).
Conservation: CITES – Appendix II; IUCN – Lower Risk (lc).
Sumber: Order Scandentia
Distribution: Malaysia (Sabah, Sarawak, Banggi) and Indonesia (Kalimantan, Sumatra, Batu Isls, Lingga Isls, Bangka, Belitung, Tambelan, Serasan).
Sumber: Order Scandentia
DISTRIBUTION: Indonesia: Sumatra, Tuanku, Batu group, Lingga group, Banga, Belitung, Tambelon, and Serasan groups, Banggi; Borneo.
Sumber: Order Scandentia
DISTRIBUTION: Sumatra, including offshore islands of Tuanku, Batu group, Lingga group, Banga, Belitung, Tambelon, and Serasan groups; Borneo, Banggi Isl.
Sumber: Order Scandentia
Habitat. Lowland forests up to elevations of ¢. 1500 m. The Large Treeshrew is found in increased densities in some secondary and logged forests; it also occurs in fruit plantations butis notably absent from unforested agricultural lands.
Sumber: Tupaiidae
Movements, Home range and Social organization. Despite its large size, home ranges of Large Treeshrews were not related to body mass. Home range of 20 individuals averaged 4 - 1 ha. The Large Treeshrew also traveled at a relatively slow pace; rate of movement was c. 105 m / h, averaging 1078 m / day. It also has one of the highest densities of treeshrews, averaging 49 ind / km? or c. 10 - 8 kg / km? The Large Treeshrew has been described as having a dispersed pair-living system, where an adult male and female share a defended territory, but forage, travel, and sleep separately. These territories bordered 1 - 3 extra-pair individuals on flanks of the core territory. The Large Treeshrew displaces all smaller treeshrew species when fruit trees produce mast, although antagonistic behaviors have not been documented.
Sumber: Tupaiidae
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Kepulauan Riau | 11 | 6.6% |
| 2 | Sumatera Utara | 7 | 4.2% |
| 3 | Kalimantan Timur | 5 | 3.0% |
| 4 | Kalimantan Barat | 4 | 2.4% |
| 5 | Aceh | 2 | 1.2% |
| 6 | Kalimantan Selatan | 2 | 1.2% |
| 7 | Kalimantan Utara | 2 | 1.2% |
| 8 | Sumatera Barat | 1 | 0.6% |
| 9 | Lampung | 1 | 0.6% |
Jumlah catatan observasi Tupaia tana di Indonesia per tahun
Tupaia tana
Foto: Russell A. Mittermeier;Don E. Wilson
Tupaia tana
Foto: Russell A. Mittermeier;Don E. Wilson
| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| GroRes Spitzhérnchen | Jerman | Tupaiidae |
| Large Tree Shrew | - | Phthiraptera.myspecies.info |
| Large Tree Shrew | Inggris | Catalogue of Life |
| Large Treeshrew | Inggris | Catalogue of Life |
| Stor Trespissmus | nob | Catalogue of Life |
| Tana | Belanda | Catalogue of Life |
| Toupaye de Malaisie | Prancis | Catalogue of Life |
| Toupaye terrestre | Prancis | Catalogue of Life |
| Tupai Tanah | Indonesia | Catalogue of Life |
| Tupaia maggiore | Italia | Catalogue of Life |
| Tupaja de Malaisie | Prancis | Catalogue of Life |
| Tupaja okazała | pol | Catalogue of Life |
| Tupaya grande | - | Tupaiidae |
| Tupaya grande de Borneo | Spanyol | Catalogue of Life |
| Tupaïa de Malaisie | Prancis | Catalogue of Life |
| large treeshrew | Inggris | The Paleobiology Database |
| maatupaija | fin | Catalogue of Life |
| tana velká | ces | Catalogue of Life |
| Большая тупайя | rus | Catalogue of Life |
| オオツパイ | Jepang | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 166 observasi, Kepulauan Riau adalah provinsi dengan catatan Tupai Tanah (Tupaia tana) terbanyak — 11 observasi (6.6% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 9 provinsi.
Catatan pertama Tupai Tanah (Tupaia tana) di Indonesia tercatat pada tahun 1848. Hingga kini terdapat 166 catatan dari 9 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Tupai Tanah (Tupaia tana) berstatus "Risiko Rendah" (kode LC). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Di Indonesia dan Malaysia, Tupaia tana dikenal dengan beberapa nama lokal: Tupai Tanah. Penamaan dapat berbeda antardaerah dan bahasa.
Tupaia tana diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Class Mammalia, Order Scandentia, Family Tupaiidae, Genus Tupaia. Spesies ini dideskripsikan oleh Raffles, 1821.
62 titik observasi Tupaia tana di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.