Family Nymphalidae · Order Lepidoptera
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.
146 titik observasi Stibochiona coresia di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.

Foto: Ganjar Cahyadi | http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/
Otoritas penamaan: Hübner, 1826 (1826)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): NE Belum Dievaluasi
Dipublikasikan dalam: Hübner (1826) Sammlung exotischer Schmetterlinge. 2.
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
+0%
+142.9% vs 2024
Sumatran Popinjay (Stibochiona coresia) termasuk dalam famili Nymphalidae, ordo Lepidoptera, kelas Insecta. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 206 kali di Indonesia, tersebar di 10 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1904.
Sumatera Utara merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 54 catatan (26.2% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Stibochiona coresia menunjukkan peningkatan signifikan (+143%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1904.
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Stibochiona coresia dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Stibochiona apaturina | Horsfield, 1829 | SYNONYM |
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Sumatera Utara | 54 | 26.2% |
| 2 | Jawa Barat | 47 | 22.8% |
| 3 | Aceh | 14 | 6.8% |
| 4 | Sumatera Barat | 9 | 4.4% |
| 5 | Jambi | 6 | 2.9% |
| 6 | Sumatera Selatan | 4 | 1.9% |
| 7 |
Jumlah catatan observasi Stibochiona coresia di Indonesia per tahun
Stibochiona coresia
Foto: Ganjar Cahyadi
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Stibochiona coresia
Foto: andraescholz
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Stibochiona coresia
Foto: h_azizah
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Stibochiona coresia
Foto: Dominik
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Stibochiona coresia
Foto: Riesky Cinema
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Stibochiona coresia
Foto: Ethan Beaver
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Stibochiona coresia
Foto: Ethan Beaver
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Stibochiona coresia
Foto: Ethan Beaver
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Stibochiona coresia
Foto: Ethan Beaver
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Stibochiona coresia
Foto: Cheongweei Gan
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/Stibochiona coresia
Foto: Cheongweei Gan
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/Stibochiona coresia
Foto: Ethan Beaver
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Sumatran Popinjay | Inggris | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 206 observasi, Sumatera Utara adalah provinsi dengan catatan Sumatran Popinjay (Stibochiona coresia) terbanyak — 54 observasi (26.2% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 10 provinsi.
Catatan pertama Sumatran Popinjay (Stibochiona coresia) di Indonesia tercatat pada tahun 1904. Hingga kini terdapat 206 catatan dari 10 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Ya, Stibochiona coresia memiliki 1 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Stibochiona apaturina. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Stibochiona coresia diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Arthropoda, Class Insecta, Order Lepidoptera, Family Nymphalidae, Genus Stibochiona. Spesies ini dideskripsikan oleh Hübner, 1826.
| Lampung |
| 2 |
| 1.0% |
| 8 | Kalimantan Barat | 2 | 1.0% |
| 9 | DKI Jakarta | 1 | 0.5% |
| 10 | Maluku | 1 | 0.5% |