Kelas Amphibia · Pulau Sulawesi
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Sulawesi Utara
0%
dari 68.701 catatan total
Tren Tahunan
-0%
-79.3% vs 2025
Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi di Pulau Sulawesi yang menyimpan kekayaan amfibi (Amphibia) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 604 catatan observasi amfibi di provinsi ini, yang mewakili sekitar 19 spesies berbeda.
Amfibi Indonesia mencakup ratusan spesies katak, kodok, dan salamander yang mendiami hutan dataran rendah hingga pegunungan tinggi. Pulau Kalimantan dan Sumatera menjadi pusat keanekaragaman amfibi dengan tingkat endemisme yang sangat tinggi. Amfibi berperan sebagai bioindikator kesehatan ekosistem, dan penurunan populasinya menjadi peringatan dini degradasi lingkungan.
Berdasarkan jumlah catatan observasi
Limnonectes modestus
Ingerophrynus celebensis
Duttaphrynus melanostictus
Limnonectes heinrichi
Fejervarya cancrivora
Limnonectes larvaepartus
Polypedates iskandari
Polypedates leucomystax
Hylarana celebensis
Chalcorana mocquardi
Kaloula baleata
Nyctimystes infrafrenatus
Occidozyga semipalmata
Callulops dubius
Fejervarya limnocharis
Limnonectes grunniens
Oreophryne celebensis
Rhacophorus pardalis
Rhacophorus edentulus
Jumlah catatan observasi amfibi di Sulawesi Utara per tahun
Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 19 spesies amfibi (Amphibia) yang tercatat di Sulawesi Utara dengan total 604 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Spesies amfibi dengan catatan terbanyak di Sulawesi Utara adalah Limnonectes modestus dengan 189 catatan observasi. Data ini mencakup observasi dari berbagai sumber termasuk museum, penelitian lapangan, dan citizen science.
Tren pengamatan amfibi di Sulawesi Utara menunjukkan perubahan -79.3% vs 2025 pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.