Family Bufonidae · Order Anura
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.

Foto: Putri, Auni Ade;Fahri, Fahri;Annawaty, Annawaty;Hamidy, Amir
Status taksonomi: ACCEPTED
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
+0%
+85.7% vs 2024
Kodok-buduk sulawesi (Ingerophrynus celebensis) termasuk dalam famili Bufonidae, ordo Anura, kelas Amphibia. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 1.318 kali di Indonesia, tersebar di 6 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1864.
Sulawesi Tengah merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 449 catatan (34.1% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Data distribusi yang ditampilkan di halaman ini merepresentasikan akumulasi catatan observasi dari berbagai sumber, termasuk survei lapangan oleh peneliti profesional, koleksi museum dan herbarium, serta kontribusi dari komunitas pengamat alam melalui platform citizen science. Penting untuk diingat bahwa pola persebaran yang terlihat mungkin dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah, sehingga tidak selalu mencerminkan persebaran alami spesies secara utuh. Tren temporal menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah catatan observasi, yang dapat dipengaruhi oleh perubahan intensitas survei, peningkatan partisipasi citizen science, atau perubahan kondisi habitat.
Memahami distribusi dan status populasi Ingerophrynus celebensis sangat penting untuk upaya konservasi di Indonesia. Data observasi seperti yang ditampilkan di halaman ini membantu para peneliti dan pembuat kebijakan dalam mengidentifikasi habitat kritis, memantau perubahan populasi dari waktu ke waktu, dan merancang strategi perlindungan yang tepat sasaran. Dengan persebaran di 6 provinsi, Kodok-buduk sulawesi memiliki jangkauan geografis yang relatif luas di Indonesia, meskipun kepadatan observasi dapat bervariasi signifikan antarwilayah.
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Sulawesi Tengah | 449 | 34.1% |
| 2 | Gorontalo | 173 | 13.1% |
| 3 | Sulawesi Utara | 153 | 11.6% |
| 4 | Sulawesi Barat | 131 | 9.9% |
| 5 | Sulawesi Tenggara | 105 | 8.0% |
| 6 | Sulawesi Selatan | 88 | 6.7% |
Jumlah catatan observasi Ingerophrynus celebensis di Indonesia per tahun
Ingerophrynus celebensis
Foto: Putri, Auni Ade;Fahri, Fahri;Annawaty, Annawaty;Hamidy, Amir
| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Celebes Toad | Inggris | Catalogue of Life |
| Kodok-buduk sulawesi | Indonesia | Catalogue of Life |
| Sulawesian Toad | Inggris | Catalogue of Life |
Kodok-buduk sulawesi (Ingerophrynus celebensis) telah tercatat di 6 provinsi di Indonesia. Provinsi dengan catatan terbanyak adalah Sulawesi Tengah dengan 449 observasi. Distribusi ini berdasarkan data observasi yang tercatat dan mungkin tidak mencerminkan persebaran alami secara lengkap.
Terdapat 1.318 catatan observasi Kodok-buduk sulawesi (Ingerophrynus celebensis) di Indonesia berdasarkan data yang tercatat. Catatan pertama tercatat pada tahun 1864. Data ini berasal dari berbagai sumber termasuk museum, survei lapangan, dan platform citizen science seperti iNaturalist.
Kodok-buduk sulawesi memiliki nama ilmiah Ingerophrynus celebensis. Klasifikasi lengkapnya: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Class Amphibia, Order Anura, Family Bufonidae, Genus Ingerophrynus.
150 titik observasi Ingerophrynus celebensis di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.