IUCN conservation status. Least Concern [2019].
Sumber: Singapore’s herpetofauna: updated and annotated checklist, history, conservation, and distribution
Family Agamidae
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.

Foto: Figueroa, Alex;Low, Martyn E. Y.;Lim, Kelvin K. P.
Otoritas penamaan: Schlegel, 1844 (1844)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): LC Risiko Rendah
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
-0%
-66.7% vs 2025
Common Flying Lizard (Draco sumatranus) termasuk dalam famili Agamidae, kelas Squamata. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 352 kali di Indonesia, tersebar di 15 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1888.
Sumatera Barat merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 127 catatan (36.1% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Draco sumatranus menunjukkan penurunan signifikan (-67%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1888.
Catatan deskriptif tentang Draco sumatranus dari sumber literatur primer (via GBIF).
IUCN conservation status. Least Concern [2019].
Sumber: Singapore’s herpetofauna: updated and annotated checklist, history, conservation, and distribution
Sumatran Flying Dragon (Figure 11 C; Holland Village)
Sumber: Singapore’s herpetofauna: updated and annotated checklist, history, conservation, and distribution
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Sumatera Barat | 127 | 36.1% |
| 2 | Sumatera Utara | 80 | 22.7% |
| 3 | Aceh | 37 | 10.5% |
| 4 | Lampung | 29 | 8.2% |
| 5 | Jambi | 10 | 2.8% |
| 6 | Sumatera Selatan | 8 | 2.3% |
| 7 | Bengkulu | 8 | 2.3% |
| 8 | Kalimantan Barat | 6 | 1.7% |
| 9 | Kepulauan Riau | 4 | 1.1% |
| 10 | Riau | 3 | 0.9% |
| 11 | Kepulauan Bangka Belitung | 3 | 0.9% |
| 12 | Kalimantan Tengah | 3 | 0.9% |
| 13 | Kalimantan Selatan | 3 | 0.9% |
| 14 | DKI Jakarta | 1 | 0.3% |
| 15 | Kalimantan Timur | 1 | 0.3% |
Jumlah catatan observasi Draco sumatranus di Indonesia per tahun
Draco sumatranus
Foto: Figueroa, Alex;Low, Martyn E. Y.;Lim, Kelvin K. P.
| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Common Flying Lizard | Inggris | Catalogue of Life |
| Common Gliding Lizard | Inggris | Catalogue of Life |
| Sumatra-svæveagam | dan | Catalogue of Life |
| Sumatran Flying Dragon | Inggris | Catalogue of Life |
| Sumatran Gliding Lizard | Inggris | Catalogue of Life |
| กิ้งก่าบินคอสีฟ้า | tha | Catalogue of Life |
| 蘇門答臘飛蜥 | Mandarin | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 352 observasi, Sumatera Barat adalah provinsi dengan catatan Common Flying Lizard (Draco sumatranus) terbanyak — 127 observasi (36.1% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 15 provinsi.
Catatan pertama Common Flying Lizard (Draco sumatranus) di Indonesia tercatat pada tahun 1888. Hingga kini terdapat 352 catatan dari 15 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Common Flying Lizard (Draco sumatranus) berstatus "Risiko Rendah" (kode LC). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Draco sumatranus diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Class Squamata, Family Agamidae, Genus Draco. Spesies ini dideskripsikan oleh Schlegel, 1844.
150 titik observasi Draco sumatranus di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.