Kelas Mammalia · Pulau Bali & Nusa Tenggara
Total Catatan
0
Estimasi Spesies
0
berdasarkan data tercatat
% dari Total Bali
0%
dari 129.775 catatan total
Tren Tahunan
+0%
N/A
Bali merupakan salah satu provinsi di Pulau Bali & Nusa Tenggara yang menyimpan kekayaan mamalia (Mammalia) yang signifikan. Berdasarkan data yang terhimpun, tercatat sebanyak 4.176 catatan observasi mamalia di provinsi ini, yang mewakili sekitar 30 spesies berbeda.
Kepulauan Indonesia dihuni oleh beragam mamalia ikonik seperti Orangutan Sumatera, Harimau Sumatera, dan Komodo yang legendaris. Garis Wallace memisahkan fauna mamalia bertipe Asia di barat dengan fauna bertipe Australasia di timur, menciptakan pola distribusi yang unik. Konservasi mamalia besar menjadi prioritas karena perannya sebagai spesies payung bagi ekosistem hutan tropis.
Berdasarkan jumlah catatan observasi
Macaca fascicularis
Callosciurus notatus
Macroglossus minimus
Rusa timorensis
Ratufa bicolor
Tupaia javanica
Trachypithecus auratus
Hipposideros diadema
Muntiacus muntjak
Stenella longirostris
Rhinolophus acuminatus
Pteropus vampyrus
Cynopterus brachyotis
Rousettus amplexicaudatus
Sus scrofa
Felis catus
Paradoxurus hermaphroditus
Eonycteris spelaea
Rattus exulans
Myotis muricola
Rattus rattus
Canis lupus
Chaerephon plicatus
Kerivoula hardwickii
Nycteris javanica
Taphozous melanopogon
Rousettus leschenaultii
Suncus murinus
Macroglossus sobrinus
Rattus argentiventer
Jumlah catatan observasi mamalia di Bali per tahun
Data tren temporal belum tersedia
Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 30 spesies mamalia (Mammalia) yang tercatat di Bali dengan total 4.176 catatan observasi. Jumlah ini dapat berubah seiring bertambahnya data survei dan penelitian di lapangan.
Spesies mamalia dengan catatan terbanyak di Bali adalah Macaca fascicularis dengan 1.514 catatan observasi. Data ini mencakup observasi dari berbagai sumber termasuk museum, penelitian lapangan, dan citizen science.
Tren pengamatan mamalia di Bali menunjukkan perubahan N/A pada periode terkini. Peningkatan jumlah catatan umumnya mencerminkan semakin aktifnya kegiatan survei dan citizen science, bukan semata-mata pertambahan populasi. Data temporal ini penting untuk memahami pola musiman dan tren jangka panjang keanekaragaman hayati di wilayah ini.
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.