Atjeh Gvt.: 1 ♂. Takengon. 1200 m. Aug. 1934. van Steenis leg.
Sumber: A Synopsis of the Odonata (Dragonflies) of Sumatra
Family Coenagrionidae · Order Odonata
Data diperbarui secara berkala dari berbagai sumber observasi biodiversitas.

Foto: Langit | http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/
Otoritas penamaan: Selys, 1876 (1876)
Status taksonomi: ACCEPTED
Status konservasi (IUCN): LC Risiko Rendah
Total Catatan di Indonesia
0
Provinsi Ditemukan
0
dari 38 provinsi
Catatan Pertama
0
tahun pertama tercatat
Tren Tahunan
-0%
-64.3% vs 2025
Capung-jarum muka-jingga (Pseudagrion rubriceps) termasuk dalam famili Coenagrionidae, ordo Odonata, kelas Insecta. Berdasarkan data yang terhimpun, spesies ini telah tercatat sebanyak 227 kali di Indonesia, tersebar di 14 provinsi. Catatan pertama tercatat pada tahun 1893.
DI Yogyakarta merupakan provinsi dengan catatan observasi terbanyak untuk spesies ini, dengan 41 catatan (18.1% dari total). Data distribusi ini mencerminkan akumulasi dari berbagai kegiatan survei, penelitian, dan kontribusi citizen science. Pola distribusi yang tercatat mungkin tidak sepenuhnya menggambarkan persebaran alami spesies, karena dipengaruhi oleh intensitas pengamatan di masing-masing wilayah.
Tren observasi tahunan Pseudagrion rubriceps menunjukkan penurunan signifikan (-64%) pada periode terakhir dibanding tahun sebelumnya, dengan catatan pertama pada tahun 1893.
Catatan deskriptif tentang Pseudagrion rubriceps dari sumber literatur primer (via GBIF).
Atjeh Gvt.: 1 ♂. Takengon. 1200 m. Aug. 1934. van Steenis leg.
Sumber: A Synopsis of the Odonata (Dragonflies) of Sumatra
Nama-nama ilmiah lain yang pernah digunakan untuk Pseudagrion rubriceps dalam literatur taksonomi.
| Nama Sinonim | Otoritas | Status |
|---|---|---|
| Archibasis ceylonica | Kirby, 1891 | SYNONYM |
| Pseudagrion flavifrons | Needham & Gyger, 1939 | SYNONYM |
| Pseudagrion rubriceps ceylonicum | (Kirby, 1891) | SYNONYM |
| # | Provinsi | Catatan | % |
|---|---|---|---|
| 1 | DI Yogyakarta | 41 | 18.1% |
| 2 | Nusa Tenggara Barat | 37 | 16.3% |
| 3 | Jawa Barat | 31 | 13.7% |
| 4 | Jawa Tengah | 13 | 5.7% |
| 5 | Bali | 11 | 4.8% |
| 6 | Aceh | 6 | 2.6% |
| 7 | Jawa Timur | 6 | 2.6% |
| 8 | Banten | 6 | 2.6% |
| 9 | Lampung | 4 | 1.8% |
| 10 | Sumatera Utara | 3 | 1.3% |
| 11 | DKI Jakarta | 3 | 1.3% |
| 12 | Sumatera Barat | 1 | 0.4% |
| 13 | Riau | 1 | 0.4% |
| 14 | Jambi | 1 | 0.4% |
Jumlah catatan observasi Pseudagrion rubriceps di Indonesia per tahun
Pseudagrion rubriceps
Foto: Langit
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Pseudagrion rubriceps
Foto: Langit
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Pseudagrion rubriceps
Foto: Langit
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Pseudagrion rubriceps
Foto: fikri_nur
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Pseudagrion rubriceps
Foto: fikri_nur
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Pseudagrion rubriceps
Foto: Zahara A. Putri
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Pseudagrion rubriceps
Foto: wahyu_n
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Pseudagrion rubriceps
Foto: Piotr Lukasik
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/Pseudagrion rubriceps
Foto: Piotr Lukasik
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/Pseudagrion rubriceps
Foto: Piotr Lukasik
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/Pseudagrion rubriceps
Foto: andraescholz
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/Pseudagrion rubriceps
Foto: andraescholz
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/| Nama | Bahasa | Sumber |
|---|---|---|
| Capung-jarum muka-jingga | Indonesia | Catalogue of Life |
| Orange-faced Sprite | Inggris | Catalogue of Life |
| Saffron-faced Blue Dart | Inggris | Catalogue of Life |
| ചെമ്മുഖപ്പൂത്താലി | mal | Catalogue of Life |
| แมลงปอเข็มบ่อหน้าส้ม | tha | Catalogue of Life |
| 丹頂斑蟌 | Mandarin | Catalogue of Life |
| 丹頂細蟌 | Mandarin | Catalogue of Life |
Berdasarkan data 227 observasi, DI Yogyakarta adalah provinsi dengan catatan Capung-jarum muka-jingga (Pseudagrion rubriceps) terbanyak — 41 observasi (18.1% dari total catatan di Indonesia). Spesies ini tersebar di 14 provinsi.
Catatan pertama Capung-jarum muka-jingga (Pseudagrion rubriceps) di Indonesia tercatat pada tahun 1893. Hingga kini terdapat 227 catatan dari 14 provinsi, yang dihimpun dari survei lapangan, koleksi museum, dan platform citizen science.
Menurut IUCN Red List, Capung-jarum muka-jingga (Pseudagrion rubriceps) berstatus "Risiko Rendah" (kode LC). Status ini mencerminkan tingkat risiko kepunahan global spesies, bukan khusus Indonesia.
Di Indonesia dan Malaysia, Pseudagrion rubriceps dikenal dengan beberapa nama lokal: Capung-jarum muka-jingga. Penamaan dapat berbeda antardaerah dan bahasa.
Ya, Pseudagrion rubriceps memiliki 3 nama sinonim ilmiah, di antaranya: Archibasis ceylonica, Pseudagrion flavifrons, Pseudagrion rubriceps ceylonicum. Nama sinonim adalah nama-nama lain yang pernah digunakan untuk spesies yang sama dalam literatur taksonomi.
Pseudagrion rubriceps diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Animalia, Phylum Arthropoda, Class Insecta, Order Odonata, Family Coenagrionidae, Genus Pseudagrion. Spesies ini dideskripsikan oleh Selys, 1876.
150 titik observasi Pseudagrion rubriceps di Indonesia
Memuat peta...
Setiap titik merepresentasikan satu lokasi observasi yang tercatat. Klik titik untuk melihat detail.